JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

WHO Akhirnya Akui Bukti Baru yang Sebut Covid-19 Bisa Menular Lewat Udara

Logo Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Foto: who.int
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada akhirnya mengakui temuan bukti baru yang menyebut jika virus penyebab Covid-19 dapat ditularkan melalui udara.

Pengakuan WHO itu setelah adanya laporan penelitian dari 239 ilmuwan di seluruh dunia yang mengirim surat terbuka kepada WHO. Para ilmuwan tersebut memaparkan bukti penularan Covid-19 melalui udara.

“Kami mengakui bahwa ada bukti yang muncul, oleh karena itu kami percaya bahwa kami harus terbuka terhadap bukti ini dan memahami implikasinya mengenai mode transmisi dan mengenai tindakan pencegahan yang perlu diambil,” ujar Benedetta Allegranzi, Pemimpin Teknis WHO untuk Pencegahan dan Pengendalian Infeksi, seperti dikutip Tempo.co dari Fox News, Rabu (8/7/2020).

Surat terbuka yang dikirimkan para ilmuwan juga menyerukan pedoman yang disesuaikan dan pengakuan mengenai risiko penularan Covid-19 melalui udara yang lebih besar.

Baca Juga :  Madu Hutan Liar Berkhasiat untuk Pengobatan

Allegranzi mengatakan, WHO telah mendiskusikan bukti yang tersedia dengan banyak ilmuwan penanda tangan surat terbuka, selama beberapa bulan terakhir.

Sementara, Pemimpin Teknis WHO untuk Covid-19, Maria Van Kerkhove, mengatakan bahwa para ilmuwan yang terdiri dari para ahli itu pertama kali menyurati WHO pada 1 April 2020 lalu. Dia menambahkan, lembaganya sejak saat itu telah secara aktif terlibat dengan para ahli tersebut.

“Kami menghasilkan ringkasan ilmiah, merangkum di mana posisi kami berada. Kami telah mengerjakan hali ini selama beberapa pekan terakhir,” kata Van Kerkhove.

Dia menambahkan, WHO telah terlibat dengan ahli epidemiologi, dokter, serta para pakar lainnya untuk mencoba mengkonsolidasikan pengetahuan yang berkembang seputar transmisi virus tersebut.

Baca Juga :  Madu Hutan Liar Berkhasiat untuk Pengobatan

Sebelumnya, WHO meyakini transmisi virus Covid-19 lebih banyak melalui droplet atau butiran cairan yang keluar dari tubuh penderita saat berbicara, batuk, atau bersin.

WHO juga mencatat bahwa transmisi melalui udara mungkin terjadi dalam keadaan tertentu di mana aerosol yang lebih kecil dari 5 mikron dihasilkan, seperti ketika prosedur medis dilakukan.

“WHO sedang melihat kemungkinan peran transmisi udara di kondisi lain, seperti di lokasi yang dekat dengan ventilasi buruk,” tutur Kerkove.

Menurut Kerkove, Covid-19 merupakan patogen pernapasan, jadi penting bahwa apa yang diketahui cocok dengan pedoman yang ada. Itu sebabnya intervensi komprehensif diperlukan untuk menghentikan penularan.

Dia juga menjelaskan bahwa WHO akan mengeluarkan laporan singkat dalam beberapa hari mendatang yang menguraikan semua informasi mengenai penularan penyakit itu.

www.tempo.co