JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Pasar Rakyat Ilegal di Alkid Solo Catut Logo Pemkot, Polda Jateng, hingga Kodam Diponegoro, aIni Sikap Tegas Polisi

Satpol PP dan Polisi saat mencopot baliho pasar rakyat di Alkid. Foto:Saptol PP
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Logo Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Solo dicatut dalam baliho pasar rakyat di Alun-alun Kidul (Alkid). Baliho itu sempat ramai di sosial media, namun saat ini sudah dicopot Satpol PP.

Pasar Rakyat itu menyambut 1 Muharam dan Idul Adha yang dimulai 10 Juli hingga 23 Agustus mendatang. Dalam spanduk itu logo Pemkot, Polda Jateng, hingga Kodam Diponegoro.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai melalui Kasat Intelkam Polresta Solo Kompol Punky Mahendra menegaskan acara tersebut ilegal. Bahkan, pencatutan logo tanpa melalui izin.

Baca Juga :  Tiba di Masjid Agung Surakarta, Sapi Sumbangan Jokowi Seberat 1,3 Ton Jadi Tontonan Warga

“Acara itu memang ilegal dan tidak ada izin. Karena sesuai aturan kegiatan massa di Kota Solo berdasarkan surat edaran Wali Kota Solo harus ada rekomendasi dari Tim Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 dan Polsek setempat,” kata Pungky, Kamis (09/07/20).

Dia memaparkan, setelah mendapat rekomendasi, pihaknya baru mengeluarkan izin penyelenggaraan. Namun izin tidak dikeluarkan mengingat tidak ada rekomendasi dari Gugus Tugas.

Pungky menegaskan, panitia telah mendapatkan teguran keras. Namun, dirinya menjelaskan belum ada proses hukum terkait pemasangan logo itu.

Baca Juga :  Sempat Kehilangan N-Max Kesayangannya, Danis warga Joyontakan Merasa Lega Motornya Bisa Kembali Berkat Operasi Sikat Jaran Candi Polresta Solo

“Kami belum mengetahui secara pasti alasan pemasangan logo-logo itu. Pemasang spanduk juga tidak memintai konfirmasi kami, tidak ada izin sama sekali, ilegal,” papar dia.

Hal senada ditegaskan Dandim 0735 Solo, Letkol (Inf) Wiyata S. Aji. Dia menjelaskan, logo tersebut tidak berizin melalui pihaknya.

“Itu lambangnya Kodam, namun tulisan hanya Kodim tanpa angka. Sudah saya sampaikan untuk di-take down,” tegasnya. Prabowo