JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Berurai Air Mata, Tenaga Medis RSUD Sragen Ungkap Pengalaman Pilu Diisolasi Karena Positif Covid-19. Sudah jadi Korban, Masih Dinyinyiri Kok Nakes Bisa Kena Covid-19!

Salah satu tenaga medis di RSUD Sragen, ATW tak kuasa menangis menceritakan pengalamannya selama diisolasi karena positif covid-19. Foto/Wardoyo
Salah satu tenaga medis di RSUD Sragen, ATW tak kuasa menangis menceritakan pengalamannya selama diisolasi karena positif covid-19. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gelombang kasus corona virus atau covid-19 yang menerpa puluhan tenaga medis dan pegawai RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, menyisakan cerita tersendiri.

Sejumlah tenaga medis yang berhasil sembuh, sempat menceritakan pengalaman mereka ketika harus menghadapi kenyataan pahit terpapar covid-19.

“Perasaan pasti shock, karena saya sedang hamil. Dan sebenarnya ibu hamil itu rentan banget imunitasnya. Tapi mau bagaimana lagi, ya tetap kita jalani dengan ikhlas,” ujar ATW (34) perawat asal Sidoharjo Sragen kepada JOGLOSEMARNEWS.COM sesaat usai dinyatakan sembuh.

ATW dinyatakan sembuh dari covid-19 pada Kamis (26/8/2020) bersama 16 tenaga medis dan pegawai lain yang dinyatakan positif pada 17 Agustus lalu.

Ia dan 16 rekannya sempat menjalani isolasi mandiri dan perawatan hampir 10 hari di Bangsal Teratai RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen.

Selama 10 hari, ATW mengaku sempat tertekan dan syok di awal-awal hari isolasi. Ia bahkan tak kuasa menahan tangis karena teringat suami dan anaknya yang masih berusia 3 tahun.

“Apalagi kondisi saya seperti ini lagi hamil besar. Saya jadi ingat anak saya terus. Tapi Alhamdulillah itu cuma hari pertama dan hari-hari berikutnya sudah bisa menjalani. Saya berfikir ya sudah ini jalan yang harus ditempuh. Ikhlas saja dan akhirnya sampai hari ini Alhamdulillah dinyatakan negatif,” paparnya.

Selama 10 hari isolasi, ATW mengaku hanya berkomunikasi dengan suami melalui sarana video call di HP. Ia sengaja tidak berkomunikasi dengan putranya karena takut psikis anaknya terguncang dan mencarinya.

Baca Juga :  Geregetan Aksi Viral Sepasang ABG Nekat Mesum dan Bercumbu Siang Bolong di Alun-alun Sragen, Satpol PP Bakal Perbanyak Patroli. Berdua-duaan Mencurigakan, Langsung Dibubarkan!

Perawat itu juga mengaku sangat berterimakasih atas dukungan suaminya yang mengangkat motivasinya hingga akhirnya bisa mendapat kesembuhan.

“Suami dan anak saya sudah diswab dan hasilnya Alhamdulillah negatif,” terangnya.

Ditanya perasaannya kali pertama mendengar hasil swab negatif dan dinyatakan sembuh, ATW mengaku sangat bersyukur. Meski ia sempat ketar-ketir karena dari 18 nakes yang diisolasi, hanya 17 yang dinyatakan sembuh.

Namun kegalauannya akhirnya sirna setelah namanya masuk dalam daftar 17 nakes yang dinyatakan sembuh dan boleh pulang.

Di bagian akhir, ATW tak lupa menyampaikan imbauannya kepada masyarakat. Dia berharap agar masyarakat benar-benar jujur ketika diperiksa atau berobat ke tempat layanan kesehatan di situasi pandemi covid-19 saat ini.

“Tolong masyarakat benar- benar mau jujur pada nakes. Karena ini memang saya kenanya mungkin dari pasien. Maksudnya saya tidak menyalahkan siapa- siapa, tapi pasien itu waktu di IGD depan ditanya dari mana, jawabnya tidak dari mana-mana. Juga tanda tangan kalau memang tidak dari mana-mana. Ternyata pasien saya itu track-nya dari Jakarta PP,” tuturnya.

Para nakes dan pegawai RSUD Sragen beranjak pulang setelah dinyatakan sembuh dari covid-19. Foto/Wardoyo

Pasien di Bangsal Rosella yang kemudian meninggal dunia dan positif covid-19 itu diduga memang menjadi sumber penularan terhadap 18 nakes di RSUD.

“Sekali lagi tolong masyarakat kalau ke rumah sakit jujur aja apa adanya. Kita juga jamin. Selain itu, saya juga minta masyarakat juga jangan mem-bully. Karena pengalaman kami, justru kalau nakes yang kena, mereka masih pada nyinyir. Dianggap itu aib dan dibilang kok nakes kena Corona. Padahal kami kenanya juga kemungkinan dari pasien dan banyak yang kecolongan seperti itu,” tukasnya sembari menyeka air mata.

Baca Juga :  Innalillahi, Tambah Lagi Satu Warga Suspek Covid-19 Meninggal dan 4 Positif Hari Ini. Kasud Covid-19 Sragen Jadi 473, Jumlah Korban Meninggal Capai 66 Orang

Sementara, Budi Cahyono yang bekerja sebagai petugas pendorong pasien di RSUD Sragen mengaku mendapat kabar swab test positif sejak Minggu (16/8/2020) lalu. Selama dinyatakan positif, ia dirawat bersama belasan rekannga di Bangsal Teratai RSUD Sragen.

”Rasanya campur aduk, ya takut ya bingung. Tapi ini kami ucapkan terima kasih atas dukungannya,” ujarnya.

Budi mengaku sejak dinyatakan positif sebenarnya dirinya tidak merasakan gejala apapun. Dia merasa tubuhnya sehat dan baik-baik saja.

”Tidak sakit apa pun, tidak panas tidak pilek,” tuturnya.

Dirut RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto menyampaikan ada 18 tenaga yang sembuh dari covid-19 dan dipulangkan.

Mereka sebelumnya menjalani karantina mandiri di Bangsal Teratai sejak dinyatakan positif tanggal 17 Agustus 2020 lalu.

“Rinciannya 14 nakes, dua cleaning service, satu sekuriti, satu pendorong dan satu admin,” paparnya.

Dengan kasus itu, pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan dengan menguatkan skrining terhadap pasien.

“Manajemen sudah membuat kebijakan dengan mewajibkan setiap pasien rawat inap baik dari IGD atau rawat inap lewat poli harus dilakukan rapid test,” terangnya. Wardoyo