JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Buntut Tragedi Tewasnya Pendaki di Cemoro Sewu, Dinas Pariwisata Karanganyar Langsung Batasi Jumlah Pendaki Maksimal 350 Orang

Titis Sri Jawoto. Foto/Beni Indra
Titis Sri Jawoto. Foto/Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dinas Pariwisata Kabupaten Karanganyar memutuskan memperketat jalur pendakian Gunung Lawu yang melewati pos pendakian wilayah Karanganyar yakni Pos Cemoro Kandang dan Pos wilayah Candi Cetho.

Hal itu menyusul insiden tewasnya pendaki Sena Angga (26) warga asal Wonogiri yang tewas di pos Cemoro Sewu, Magetan, Jatim kemarin.

Sena tewas meski sebenarnya sudah ada sinyal indikasi berbahaya yakni fisik lemah saat mau naik dari pos pertama.

Kadinas Pariwisata Karanganyar, Titis Sri Jawoto mengatakan mencermati dari kisah perjalanan pendakian warga asal Wonogiri tersebut pihaknya pun pasang kuda-kuda secara teknis memperketat aturan.

Yakni pemberlakuan kuota bagi pendaki maksimal dibatasi hanya 350 orang saja per pos pendakian Cemoro Kandang dan Pos Cetho. Pembatasan dilakukan agar longgar dan memudahkan pemantauan.

Baca Juga :  Hadiri Pengesahan Warga PSHT, Bupati Karanganyar Ingatkan Warga PSHT Jangan Mudah Diadu Domba!

Apalagi saat ini cuaca tidak bersahabat dan sangat dingin maka segala upaya kita lakukan.

“Dinamika kondisi cuaca Gunung Lawu naik turun dan juga potensi kabut ekstrem. Maka langkah preventif itu sangat penting sebelum terjadi banyak korban lagi,” paparnya Selasa (25/8/2020).

Menurut Titis pemberlakuan kuota pendakian itu juga diberlakukan berdasar sikon yang ada. Sehingga bisa berubah ditambah lebih dari 350 orang atau justru dikurangi menjadi dibawah 300 orang per hari.

“Secara periodik sikon Gunung Lawu boleh dikata ada masa aman dan masa berisiko semua terkait cuaca dan medannya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Hasil Swab Berubah-Ubah, Keluarga Pak RT Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Diminta Isolasi Mandiri Dulu. Hikmah Positifnya, Kades Sebut Warga Makin Waspada dan Perketat Protokol Kesehatan!

Selain soal pemberlakuan kuota pendakian, pihaknya berkordinasi dengan semua relawan Gunung Lawu wilayah Karanganyar.

Yakni agar memperketat lakukan sosialisasi teknis secara komprehensif kepada semua pendaki agar taat terhadap intruksi yang diberikan oleh tim relawan.

“Pembekalan komprehensif itu terutama warning pada pendaki agar patuh. Karena jika nekad melanggar terutama rute pendakian maka risikonya fatal tersesat dan berpotensi menyebabkan kematian,” serunya.

Titis berharap kejadian khusus tewasnya pendaki asal Wonogiri bisa dijadikan pelajaran berharga. Yakni siapapun yang mau mendaki Gunung Lawu fisiknya harus fit 100 persen dan jangan nekad mencoba ketika fisik lemah karena risiko fatal. Beni Indra