JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Digerogoti Covid-19, Rancangan APBD Kabupaten Karanganyar Tahun 2021 Harus Minus Rp 18.7 Miliar. Semua Sektor Diproyeksi Turun Drastis

Suasana rapat paripurna penyampaian RAPBD Karanganyar 2021. Foto/Beni Indra
Suasana rapat paripurna penyampaian RAPBD Karanganyar 2021. Foto/Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Wabah corona atau covid-19 berdampak signifikan terhadap rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah APBD Kabupaten Karanganyar untuk Tahun 2021 mendatang.

Pada penyampaian rancangan Kebijakan Umum Anggaran APBD & Prioritas Plafon Anggaran Sementara atau KUA-PPAS APBD 2021 oleh Bupati Karanganyar, Juliyatmono diketahui APBD Karanganyar tahun depan diproyeksi mengalami defisit atau kekurangan.

Pada nota KUA-PPAS APBD 2021 diketahui proyeksi target Pendapatan alami penurunan sekitar Rp 166.8 miliar yakni hanya diperoleh Rp 2.140 triliun atau anjlog 7.50 % dibanding pendapatan tahun lalu sebesar Rp2.220 miliar.

Bupati mengatakan selain penurunan pendapatan pada APBD 2021 mendatang juga penurunan proyeksi Pendapatan Asli Daerah PAD sekitar 0.55% sebesar Rp 1.97 miliar yakni hanya Rp 355.1 miliar saja, sedangkan PAD tahun lalu Rp 357 miliar.

“Penurunan PAD pada proyeksi PAD tahun 2021 mendatang cukup kecil hanya nol koma persen yakni berada diposisi hampir sama kisaran Rp 355-357 miliar” ujarnya pada penyampaian KUA-PPAS Kamis (13/08/2020).

Baca Juga :  Masa Pandemi, Target Akseptor KB Karanganyar Baru 60 %. Bupati Minta Pasangan Muda Pakai Kontrasepsi, Dinas Akan Gerilya

Adapun untuk proyeksi dana transfer dari pemerintah pusat pada APBD 2021 juga alami penurunan cukup signifikan 9.20% atau turun Rp 164.8 miliar ibarat anjlog hanya menjadi Rp1.6 triliun saja.

Sedangkan dana transfer tahun lalu sebesar Rp 1.77 triliun. Sedangkan untuk proyeksi alokasi pendapatan lain-lain yang sah pada APBD 2021 hanya dipatok realistis sebesar Rp 92.3 miliar saja.

Sementara, untuk pos Belanja pada APBD 2021 Pemkab Karanganyar berhasil lakukan penghematan sekitar 9.18% atau hemat Rp 210 miliar menjadi Rp 2.07 triliun, sedangkan pos belanja tahun lalu Rp 2.28 triliun.

“Dengan demikian perbandingan antara pendapatan dengan belanja pada APBD 2021 mendatang secara komulatif terjadi defisit anggaran Rp 18.718 miliar alias tidak terlalu anljlog,” paparnya.

Baca Juga :  Pandemi Covid, Realisasi Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran di Karanganyar Menurun Drastis Jauh dari Target

Menurut Juliyatmono, untuk menutup defisit anggaran APBD 2021 akan ditutup dari Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran SILPA APBD Tahun 2020 sebesar Rp 48.7 miliar. Dari SILPA tersebut akan dipakai untuk menutup defisit Rp 18.7 miliar, sedangkan sisanya untuk alokasi pembiayaan lain-lain.

“Demikian realitas covid telah membawa dampak terhadap dunia termasuk Karanganyar. Namun kami optimis APBD 2021 yang mengambil tema Karanganyar maju dan berdaya saing tetap tercapai walau anggaran alami defisit,” ungkapnya.

Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar Bagus Selo menyatakan bisa menerima realitas penurunan proyeksi APBD 2021. Pihaknya segera menjadwalkan segera dilakukan pembahasan di Badan Anggaran DPRD.

“Dalam situasi seperti ini defisit anggaran wajar namun harus tetap semangat dan fungsi dewan bisa usulkan penghematan pada APBD 2021 mendatang,” ujarnya.

Bagus Selo menyambut baik rancangan APBD 2021 secara matematis wajar dan logis. Beni Indra