JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gunung Sinabung Erupsi, Desa di Karo Diselimuti Abu Vulkanik, Warga Tak Berani Keluar

Debu vulkanik dari Gunung Sinabung menyelumuti Desa Naman Teran pada Senin (10/8/2020) pada pukul 10.31 WIB. TRIBUN-MEDAN.com/Maurits Pardosi

JOGLOSEMARNEWS.COM — Penduduk sebuah desa di Kabupaten Karo tak berani keluar rumah pasca erupsi gunung Sibabung. Desa tersebut nyaris gelap gulita diselimuti abu vulkanik semburan Gunung Sinabung.

Desa Naman Teran, Kecamatan Naman, Kabupaten Karo nyaris gelap gulita diselimuti abu vulkanik semburan dari Gunung Sinabung, Senin (10/8/2020).

Tanda-tanda erupsi Gunung Sinabung mulai kelihatan sejak Minggu kemarin.

“Gelap sekali, serasa malam akibat debu, sampai saat ini lampu rumah tetap dinyalakan,” ujar Teran Wanto Sembiring (49), seorang warga Desa Naman saat dikonfirmasi.

Baca Juga :  Banyak Muncul Klaster Keluarga, Epidemiolog UI Sebut Isolasi Mandiri Tak Mampu Putus Rantai Penularan Covid-19

Warga hingga saat ini memilih tinggal di rumah sambil menunggu debu vulkanik habis.

Dari penuturannya, erupsi kali ini lebih besar dari erupsi yang terjadi pada Sabtu (8/8/2020).

“Lebih besar dari yang pertama itu, pada Sabtu (8/8/2020), pokoknya desa kita saat erupsi terasa gelaplah,” sambungnya.

Akibat erupsi, warga sekitar tidak berani keluar rumah, sebab debu sudah selimuti Desa Naman Teran.

Baca Juga :  Rektor IPB Sempat Bertemu Banyak Tokoh Sebelum Dinyatakan Positif Covid-19

“Karena erupsi itu, Desa kita ini sempat gelap dan warga tidak berani keluar rumah,” sambungnya.

Dia juga menuturkan bahwa kondisi saat ini di desa Naman Teran masih terkendali.

“Kondisi masih aman, tetap terkendali. Para petugas masih tetap waspada dan tetap bersama dengan warga. Aman sampai saat ini,” pungkasnya.

www.tribunnews.com