JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Ternyata Sudah Tembus 174. Sebanyak 67 Pasien Dirawat, 134 Sembuh dan 42 Meninggal Dunia

Ilustrasi virus corona. Pixabay
Ilustrasi virus corona. Pixabay

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Kabupaten Karanganyar diam-diam terus menunjukkan tren peningkatan.

Hingga Selasa (4/8/2020) petang ini, jumlah kasus positif di Bumi Intanpari ternyata sudah menembus angka 174 kasus.

Sementara, jumlah warga yang meninggal terkait covid-19 mencapai 42 orang.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis sejak siang tadi, jumlah kasus positif covid-19 total mencapai angka 174. Dari jumlah itu, 34 orang masih dirawat, 134 sembuh dan 6 meninggal dunia.

Baca Juga :  Resmi Dilaunching, Burung Derkuku Jadi Logo Baru Kesebelasan Persika Karanganyar. Bupati Berharap Jadi Momentum Kebangkitan, Siapkan Skuad Masuk ke Liga 3 PSSI

Kemudian untuk kategori suspek covid-19, total mencapai 1.585 orang. Dari angka itu, 1517 pasien dinyatakan selesai pantauan, 33 orang masih dirawat dan 35 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total tercatat mencapai 42 orang. Rinciannya 6 warga meninggal dengan status positif covid-19, 35 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan satu warga meninggal dalam status probabel.

Sedangkan pasien yang dirawat total mencapai 67 pasien. Angka itu terdiri dari 34 pasien positif dan 33 suspek.

Baca Juga :  Pandemi Covid, Realisasi Penerimaan Pajak Hotel dan Restoran di Karanganyar Menurun Drastis Jauh dari Target

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karangnyar, Juliyatmono, usai menggelar rapat koordinasi tertutup dalam menyikapi pertambahan Covid-19, beberapa waktu lalu mengaku prihatin dengan terjadinya penambahan kasus Covid-19  yang cukup signifikan ini.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seoalah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo