JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Rumah Indekos Diduga Jadi Tempat Prostitusi Digerebek, 11 Perempuan dan 3 Pria Diamankan Satpol PP

Ilustrasi prostitusi. Foto: pixabay.com

BANJARNEGARA, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebanyak 11 perempuan dan tiga pria diamankan Satpol PP Banjarnegara, setelah melakukan penggerebekan di sebuah rumah kos yang diduga menjadi tempat prostitusi.

Rumah kos dengan 15 kamar itu disewakan kepada penghuni dengan tarif kisaran Rp350.000 per bulan. Sebanyak 14 kamar di antaranya telah terisi.

Petugas pun mengamankan 11 perempuan dan tiga orang pria dari lokasi tersebut.

Kepala Satpol PP Banjarnegara Esti Widodo mengatakan, sebagian besar penghuni kos-kosan tersebut mengakui telah menyalahgunakan kamar kos mereka sebagai tempat prostitusi. “Sebagian besar sudah mengakui,” ujarnya.

Sementara tiga pria yang juga menghuni tempat kos itu masih dimintai keterangan dan belum ditemukan keterkaitan dengan bisnis haram di rumah tersebut.

Baca Juga :  Usut Kasus Novia Widyasari, Netizen Geram dengan Pernyataan Polisi

Menurut Esti, perempuan yang diamankan berusia antara 20 tahun hingga 40 tahun. Mereka mengaku menjajakan diri melalui media sosial dengan tarif Rp500.000 untuk sekali kencan.

Saat ini, pihaknya masih melakukan tindakan persuasif dalam penanganan kasus itu dan mewajibkan mereka untuk menghadiri program pembinaan yang dilakukan Satpol PP agar tidak mengulang perbuatan tercela itu.

Pihaknya belum menemukan adanya unsur pidana atau tindak pidana perdagangan orang dalam perkara itu.

“Bukan muncikari, hanya sekadar menawarkan sesama teman. Misal ada tamu butuh, ya siapa yang lagi senggang disalurkan temannya,” katanya.

Baca Juga :  Parah, Anggota DPRD PDIP Kepergok Mesum dengan Istri Orang di Toilet Rumah. Sempat Dihajar Suaminya, Saat Digerebek Dalam Kondisi Begini

Pihaknya pun belum menemukan dugaan keterlibatan pemilik kos dalam praktik bisnis haram ini.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pihaknya menemukan adanya dugaan keteledoran serta kurangnya pengawasan pemilik kos.

Akibatnya, rumah kos yang letaknya terpisah dengan tempat tinggal pemilik itu disalahgunakan penghuninya untuk tempat prostitusi.

Rencananya, pemilik kos akan dipanggil untuk dimintai keterangan perihal kasus tersebut.

Pihaknya juga akan menyurati para camat untuk diteruskan ke pemerintah kelurahan/desa, hingga RT/RW, agar ikut menjaga ketertiban lingkungan.

Mereka diminta mendata tempat kos di lingkungan masing-masing serta melakukan pengawasan agar peristiwa serupa tidak terulang.

www.tribunnews.com