JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kronologi Detik-detik Perampokan Toko Bangunan Tiga Putra Sukses di Sumberlawang Sragen. Sempat Terekam CCTV, Pelaku Kepruk Penjaga Toko Pakai Linggis Lalu Gasak Dompet Isi Uang 

Penampakan pelaku perampokan di Toko Bangunan Tiga Putra Sukses di Pendem, Sumberlawang Sragen yang terekam CCTV sesaat sebelum memperdaya penjaga toko. Foto/Wardoyo
Penampakan pelaku perampokan di Toko Bangunan Tiga Putra Sukses di Pendem, Sumberlawang Sragen yang terekam CCTV sesaat sebelum memperdaya penjaga toko. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi perampokan di siang bolong terjadi di Sumberlawang, Sragen. Pelaku yang beraksi sendirian menyatroni Toko Bangunan Tiga Putra Sukses (TPS) di perempatan menuju Gunung Kemukus tepatnya di Dukuh Barong RT 6, Desa Pendem, Sumberlawang.

Pelaku beraksi dengan memperdaya pelayan toko perempuan bernama Ayu (20) yang sedang berjaga sendirian. Pelayan toko itu dicekik dan dipukuli pakai linggis bertubi-tubi hingga terkapar.

Setelah itu, pelaku menggasak dompet berisi uang yang ada di dalam laci toko milik Eko Rohmadi (44) pengusaha asal Dukuh Ngandul RT 26, Mojopuro, Sumberlawang itu dan kemudian kabur.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM , perampokan terjadi Rabu (26/8/2020) siang sekira pukul 12.15 WIB.

Menurut keterangan pemilik toko, Eko Rohmadi, kronologi perampokan bermula ketika siang itu situasi toko kebetulan agak sepi.

Di dalam toko hanya ada Ayu yang menjaga, sedangkan karyawan lain sedang mengirim material ke pelanggan. Saat situasi sepi itulah, pelaku datang dan kemudian berpura-pura membeli linggis.

“Saat ditanya tenaga saya yang namanya Ayu itu, katanya dia mau cari linggis. Lalu dikasih tahu kayak gini linggise, lalu milih milih milih, tahu-tahu pelaku pegang linggis itu lalu dikeprokne (dihantamkan) ke tenaga saya,” ujar Eko kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (27/8/2020).

Baca Juga :  Lakukan Kesalahan Fatal, 6 Peserta Ujian SKB Seleksi CPNS Sragen Dipastikan Gugur. Ini Kesalahannya!

Eko menuturkan pelaku memukuli karyawannya itu bertubi-tubi hingga kemudian karyawannya terkapar di ruangan belakang meja dekat laci. Aksi pemukulan itu juga terekam di kamera CCTV yang ada di dalam toko.

Melihat pelayan terkapar, pelaku langsung bergegas mengambil dompet di atas laci dan kemudian bergerak menuju ke laci untuk membukanya.

Pura-Pura Pingsan

Seusai dipukuli, Ayu sempat berpura-pura pingsan setelah dicekik, dihajar dan dipukuli pakai linggis oleh pelaku.

Saat pelaku hendak menuju laci uang, Ayu langsung bangkit dan berhasil lari ke luar untuk meminta pertolongan warga.

“Jadi setelah dicekik dan dikepruk linggis bertubi-tubi, tenaga saya Ayu itu  pura-pura pingsan. Melihat Ayu sudah tergeletak, pelaku lari ke laci. Sempat mau buka laci mak dobrak, lalu tenaga saya itu langsung bangun dan lari keluar minta pertolongan,” terang Eko.

Seusai lolos dari perampok, Ayu yang mengalami banyak luka, langsung lari ke perempatan sambil berteriak minta tolong.

Beruntung warga segera berdatangan dan memberi pertolongan dan membawanya ke klinik Asy Syifa di wilayah setempat.

Eko menuturkan, saat karyawannya itu kabur, pelaku langsung panik dan hanya membawa dompet di atas laci langsung kabur.

Baca Juga :  Paslon Yuni-Suroto Ciptakan Sejarah Baru di Pilkada Sragen. Ajak Masyarakat Antusias Datang ke TPS, Target Raih Suara 80 % 

“Jadi dia belum sempat bawa uang di laci. Kalau uang di laci ya ada kalau sekitar Rp 4 juta hasil penjualan sampai siang itu. Wong uangnya juga belum ditata,” terang Eko.

Setelah pelaku kabur, karyawannya kemudian meminta pertolongan warga dan diantar ke klinik Asy Syifa di wilayah setempat.

Setelah mendapat kabar tokonya kerampokan, Eko langsung bergegas menuju toko. Setelah dipastikan uang di laci aman, ia kemudian langsung menjenguk karyawannya yang dirawat di klinik Asy Syifa.

“Waktu di klinik, saya tanya apa kenal pelakunya. Dia menjawab kenal karena sebelumnya pernah beli material juga di toko,” urai Eko.

Eko menjelaskan pelaku hanya berhasil membawa dompet yang dibawa pelaku, berisi uang tunai sebesar Rp 1.104.500,-. Atas kejadian itu, ia langsung melapor ke Polsek Sumberlawang.

“Kemarin sudah ditangani dan semua sudah saya sampaikan ke polisi,” terangnya.

Sementara Kadus Mojopuro, Agung membenarkan aksi perampokan yang menimpa salah satu pengusaha di wilayahnya itu.

“Iya benar. Kebetulan korban ini teman saya dan sempat memberitahu kalau toko bangunannya kemarin habis dirampok,” tandasnya. Wardoyo