JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Madu Hutan Liar Berkhasiat untuk Pengobatan

Madu Hutan Borneo87
Nunung Joko (kanan) / dok pribadi

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Madu hutan dikenal sangat bermanfaat untuk menjaga stamina tubuh dan meningkatkan imunitas tubuh.

Selain itu, madu hutan juga memiliki khasiat sebagai sarana pengobatan berbagai macam penyakit. Namun, tidak semua madu hutan memiliki kualitas yang sama.

“Kualitas madu tergantung pada apa yang diisap lebah. Jika inputnya bagus, maka madu yang dihasilkan lebah juga berkualitas,” ujar pengusaha madu hutan, Nunung Joko kepada Joglosemarnews.

Nunung menjelaskan, sama-sama berasal dari lebah, namun tidak semua madu memiliki kualitas yang sama. Madu yang berasal dari lebah di hutan liar memiliki kualitas yang jauh lebih bagus  ketimbang lebah yang diternakkan.

Madu hutan liar dihasilkan oleh lebah yang menghisap cairan nektar dari bunga-bunga tanaman maupun dari pucuk-pucuk daun di dalam hutan di pedalaman.

Berangkat dari pengalaman 30-an tahun sebagai pegawai HPH di hutan-hutan pedalaman Kalimantan, Nunung Joko melirik potensi madu hutan liar untuk pengobatan berbagai macam penyakit.

Sebagaimana diketahui, Pulau Kalimantan dikenal sebagai gudangnya pohon obat-obatan. Sebagaimana yang sempat viral belakangan, adalah batang pohon bajakah.

Baca Juga :  Hasil Penelitian di Inggris Klaim Temukan Titik Kelemahan Virus SARS-CoV-2 Penyebab Covid-19

“Itu hanya salah satu. Masih banyak pohon berkhasiat untuk pengobatan di pelosok hutan Kalimantan,” ungkapnya.

Setiap kali turun ke lapangan, kisah Nunung, dia menyaksikan begitu banyak lebah hutan menghisap cairan nektar bunga dan pucuk daun pada ribuan jenis tanaman dan pepohonan.

Kualitas Madu Hutan Tergantung Nekstar

Nektar dari berbagai macam tanaman dan pepohonan itu, selanjutnya diproses secara fermentasi di dalam perut lebah untuk kemudian menghasilkan madu.

Produk madu hutan Borneo87 / dok pribadi

“Logika saya, nektar dari ribuan jenis bunga dan pucuk tanaman hutan liar itu, pasti ada gunanya bagi kesehatan manusia. Entah sebagai antibiotik, antibodi, antitoxin atau untuk penyembuhan,” ujarnya.

Latar belakang itulah yang membut Nunung Joko merasa yakin bahwa kualitas madu sangat ditentukan oleh keanekaragaman nektar tanaman yang dihisapnya.

Di tengah pandemi Covid-19 ini, jelas Nunung, imunitas tubuh menjadi sangat vital bagi setiap orang. Terlebih, World Health Organization (WHO) sendiri telah menyatakan, pandemi Covid-19 bisa berlangsung puluhan tahun.

Baca Juga :  Waspadai Penyakit MIS-C pada Anak yang Terinfeksi Virus Corona: Gejala Muncul 3-4 Minggu setelah Kena Covid-19, Bisa Tanpa Demam, Batuk, dan Sesak

“Artinya, seperti pesan pak Presiden, kita harus berdamai dengan Corona,” ujar Nunung dalam rilis ke Joglosemarnews.

Salah satu syarat agar tubuh tetap sehat dan fit selama berdamai dengan Corona, menurut Nunung  adalah menjaga kebersihan, olah raga dan meningkatkan imunitas tubuh.

“Mengonsumsi madu  alam liar menjadi kebutuhan, karena vitamin, enzim, antiobody, antibiotik dan antitoksin terkandung di dalamnya,”  beber Nunung.

Nunung menegaskan, tidak semua madu hutan memiliki kualitas yang sama. Hal itu sangat tergantung pada jenis, kualitas dan variasi nekstra yang diisap oleh lebah.

“Madu  ini diperoleh dari hutan di pedalaman atau hulu, yang variasi pepohonannya masih sangat kaya. Ada ribuan jenis pohon yang menjadi sumber nekstar bagi lebah. Ini yang menyebabkan kualitas madu Borneo87 bisa diandalkan,” ujarnya.

Untuk mendapatkan madu Borneo87, menurut Nunung, tidak perlu repot-repot datang ke Kalimantan, karena di beberapa kota Sudah tersedia agen penjualan. Cara paling mudah bisa kontak WA: 082328048189. suhamdani