JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Masyarakat Blora Diminta Tak Takut datang ke RSUD dr R Soetijono

Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD dr R Soetijono Blora, dr M Jamil Muhlisin, MM. Istimewa

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Masyarakat di Kabupaten Blora diminta tidak takut untuk datang ataupun mendapatkan pelayanan kesehatan di RSUD dr R Soetijono Blora. Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan RSUD dr R Soetijono Blora, dr M Jamil Muhlisin, MM menyampaikan dari pengamatan di masa pandemi Covid-19 masyarakat dirasa takut datang ke RSUD.

“Ini yang harus kita rubah pemikiran seperti itu. Kita harus rubah pandangan seperti itu. Jangan takut untuk masuk ke RSUD untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ungkap dr. M. Jamil dalam konferensi pers di posko Gugus Tugas Percepanan Penanganan Covid-19 kabupaten Blora mewakili Direktur RSUD Blora, dr Nugroho Adiwarso, Sp.Og, kemarin.

Menurut dia, karena dengan takut masuk ke RSUD, kadang-kadang yang seharusnya segera mendapat pelayanan kesehatan itu ditunda. Bahkan kalau ditunda, bukan penyakitnya semakin sembuh, akhirnya justru semakin parah.

“Sehingga kami sampaikan kepada semuanya warga masyarakat kabupaten Blora, silahkan datang ke RSUD manakala diperlukan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” ucapnya.

Ia menyampaikan angka terjadinya kasus Covid-19 yang semakin tinggi dan menyebar di seluruh kabupaten Blora menjadikan kita semua harus waspada dalam menerapkan dan melaksanakan kegiatan sehar-hari.

“Kita harus lebih bisa menerapkan protokol kesehatan yang memang itu harus kita laksanakan,” ucapnya.

Dikatakannya, banyak kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang sampai saat ini kalau diperhatikan masih banyak yang belum patuh protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga :  Kisah Trenyuh Penjual Kembang Tahu Dimyati. Usai Ditipu Bandit, Kini Daganganya Mendadak Laris Manis Selalu Diburu Setelah Diundang Kapolres Kebumen

“Masih ada kegiatan yang masih mengumpulkan banyak orang untuk berkumpul, bergerombol dan sebagainya. Dan ini kalau kita amati masih ada juga yang belum sadar menaati protokol kesehatan,” terangnya.

Padahal, sebenarnya, menurut dokter Jamil, dengan kegiatan mengumpulkan banyak orang, yang bergerombol tidak ada sekat, tidak menggunakan masker, tidak ada jarak, bahkan ada kontak fisik dengan bersalaman dan sebagainya, itu merupakan salah satu media untuk terjadi paparan lebih lanjut.

“Hal ini supaya warga masyarakat Blora semuanya untuk bisa memahami,” ucapnya.

Karena, lanjutnya, dengan tidak patuh prokes sangat berpotensi penularan lebih besar dan lebih luas lagi. Dan akhirnya angka kasus Covid-19 di Kabupaten Blora makin meningkat, bukannya semakin berkurang.

Tanpa peran serta dari seuruh penduduk warga kabupaten Blora, yang memahami untuk menyampaikan ke semuanya. Kepada saudara, tetangga, teman agar lebi sadar menerapkan protokol kesehatan, maka mustahil rantai penularan Covid-19 akan bisa kita putus.

“Karena dengan seperti itulah, dimana kita tidak bisa menerapkan protokol kesehatan, rantai itu nantinya akan lebih panjang. Dan kasus demi kasus akan semakin banyak kita jumpai,” kata dia.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Pejabat Bank Indonesia, Bupati Koko Tegaskan Dukung Penggunaan Uang Digital

Dokter Jamil menyebut, bahwa saat ini di RSUD dr R Soetijono Blora merawat pasien Covid-19 di ruang isolasi sebanyak lima orang. Sedangkan di klinik rujukan Covid-19 Bhakti Padma sebanyak tiga orang.

Diterangkannya, bahwa di klinik rujukan Bhakti Padma disiapkan untuk pasien Covid-19 yang tanpa gejala.

“Jadi pasien tanpa gejala itu nanti bisa dilaksanakan isolasi mandiri di klinik rujukan Covid-19 Bhakti Padma,” kata dia.

Sehingga bagi masyarakat yang merasa tidak mampu untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, mungkin karena di rumah banyak anggota keluarga, punya banyak anak, kemudian berdekatan dengan tetangga yang dimungkinkan bisa terjadi paparan ke yang lain dipersilahkan untuk bisa memanfaatkan klinik rujukan Covid-19 Bhakti Padma untuk melakukan isolasi mandiri.

“Karena dari Pemerintah Kabupaten Blora sudah menyiapkan klinik rujukan Covid-19 Bhakti Padma memang untuk masyarakat untuk isolasi madiri,” terangnya.

Khusus rumah sakit, tambahnya, dipersiapkan ruang isolasi untuk pasien Covid-19 yang bergejala. Apalagi yang bergejala sedang sampai dengan berat.

“Itu nanti akan kita rawat di ruang isolasi Covid-19 di RSUD dr R Soetijono Blora. Tetapi bagi pasien swab positif tanpa gejala, kami persilahkan seandainya nanti akan melakukan isolasi mandiri di klinik rujukan Covid-19 Bhakti Padma,” kata dia. Ahmad|Satria Utama