JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mediasi Dampak Bau Pabrik Pupuk Organik CV Yossy Jaya Sambungmacan Sragen. Warga Mencair, Pemilik Pabrik Sanggupi Tinggikan Tembok dan Upayakan Reduksi Bau

Mediasi warga dengan pemilik pabrik pupuk organik soal limbah bau di Balai Desa Sambungmacan, Sragen, Jumat (28/8/2020). Foto/Wardoyo
Mediasi warga dengan pemilik pabrik pupuk organik soal limbah bau di Balai Desa Sambungmacan, Sragen, Jumat (28/8/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sempat memicu keluhan warga, persoalan limbah bau dari pabrik pupuk organik PT Yossy Jaya di Desa Sambungmacan, Kecamatan Sambungmacan, Sragen akhirnya dimediasi, Jumat (28/8/2020).

Pemilik pabrik, H Sunardi memenuhi permintaan warga dari beberapa RT yang sempat mengeluhkan polusi bau dan debu dari pabrik pupuk tersebut.

Mediasi digelar di balai desa dipimpin Kades Sambungmacan, Bondan Pratiwi bersama Babinsa setempat. Hadir dalam pertemuan itu, Ketua RT dan perwakilan warga dari RT 4,5,6, 11 dan 12 yang sebelumnya sempat mengeluhkan polusi bau.

Salah satu tokoh RT 5, Jumadi mengatakan sebenarnya warga tidak mempersoalkan operasional pabrik pupuk tersebut.

Hanya saja, warga berharap dampak polusi utamanya bau dan debu bisa ditekan sehingga tak menganggu lingkungan warga.

Baca Juga :  Tambah 6 Positif dan 1 Sembuh, Berikut Daftar Lengkap Pasien Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Ada 3 Orang dari Gemolong dan 2 dari Masaran!

Senada, perwakilan dari beberapa RT lainnya juga menghendaki agar manajemen pabrik mengantisipasi dan berupaya mencari solusi untuk meminimalisir limbah utamanya bau yang dinilai mengganggu kenyamanan warga di radius dekat.

Menyikapi hal itu, H Sunardi mengatakan untuk bau berasal dari bahan blothong yang memang karakteristiknya berbau agak menyengat.

Pihaknya siap untuk meninggikan pagar tembok yang sudah ada guna mengurangi dampak bau keluar.

“Nanti kami akan bangun saluran. Untuk bau blothong kami akan berkoordinasi dengan DLH dan dinas terkait untuk mencari alternatif solusi mengurangi baunya. Yang jelas kami siap untuk menindaklanjuti,” paparnya.

Ia menyampaikan pabrik pupuknya itu sebenarnya sudah berdiri sejak 2008 dengan perizinan lengkap termasuk Amdal dan sebagainya.

Baca Juga :  Awas, Muncul Kasus Baru Covid-19 dari Klaster Keluarga di Beberapa Kecamatan di Sragen dan Makin Ganas. Di Mondokan Satu Orang Tulari 7 Orang Dekatnya, di Masaran 1 Warga Positif Tulari 9 Orang

Selama ini, pihak pabrik juga tak menutup mata dengan berupaya mempekerjakan warga sekitar serta memberikan kontribusi ke lingkungan atau warga dalam berbagai bentuk.

Kades Sambungmacan, Bondan Pratiwi mengapresiasi setelah kedua belah pihak yakni warga dan pemilik pabrik bisa duduk bersama.

Menurutnya, Pemdes hanya memfasilitasi dan menyambut baik adanya beberapa kesepakatan dan kesanggupan pemilik pabrik untuk melakukan pembenahan.

“Kami Pemdes memang harus duduk di tengah-tengah menjembatani. Alhamdulillah tadi sudah ada kesepakatan, dari pemilik sudah sanggup untuk melakukan beberapa upaya meminimalisir bau. Dari warga juga sudah legawa,” tandasnya. Wardoyo