JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Membuat dan Memasarkan Face Shield Bersama Mahasiswa KKN Unisri

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sisi positif pandemi Covid-19 membuka peluang usaha baru bagi yang jeli melihatnya. Salah satunya adalah memproduksi dan menjual face shield.

Itulah salah satu kegiatan KKN Unisri Surakarta, yaitu memberikan sosialisasi pentingnya era new normal, sekaligus membekali para remaja
cara membuat dan memasarkan face shield.

Kegiatan dilaksanakan oleh Azizah Rahmawati, mahasiswi Prodi Akuntansi Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, grup 6 dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Djoko Kristianto, SE,.M.Si, di Desa Cangakan, Bendo, Sukodono, Sragen.

Sebagaimana diketahui, face shield dapat digunakan untuk melindungi diri dari dan pencegahan penularan covid-19.

Cara pembuatan cukup gampang dan bahannya mudah didapat. seperti mika, gabus, gunting, penjepit, karet elastis, double tape/lem.

“Selain sosialisasi dan menjelaskan cara membuat face shield, kami juga memberikan pelatihan bagaimana cara memasarkan face shield secara offline dan online di market place.

Baca Juga :  Kemendikbud Buka Pendaftaran untuk Beasiswa Unggulan Jenjang Sarjana hingga Doktoral dan Non-gelar. Simak Persyaratannya

Di desa Wates, Tegalgiri, Nogosari, Boyolali, KKN Unisri grup 14,
Nurul Khasanah dan Ariska Ayu Wardani dari program studi Manajemen Fakultas Ekonomi membuat inovasi produk makanan yang mempunyai nilai jual.

Produk tersebut berupa olahan dari jantung pisang (botok & nugget jantung pisang) dan olahan singkong (combro setan).

“Salah satu olahan yang paling diminati adalah botok jantung pisang. Cara pembuatan cukup mudah. Jantung pisang di cicang halus setelah itu di cuci hingga bersih lalu direbus kemudian ditiriskan, lalu dicampur bumbu bawang putih, garam, cabai, gula, tepung terigu & telur. Setelah tercampur semua bahan, bungkus dengan daun pisang, kukus selama 30 menit. Cita rasa yang unik membuat olahan jantung pisang banyak diminati masyarakat, ” papar Nurul Khasanah.

Baca Juga :  SMKN 2 Ponorogo Jatim Gandeng Kampus Dosen Jualan Jogja Bekali Siswa Dengan Pelatihan Digital Marketing

Masih di desa Tegalgiri, mahasiswa KKN mencanangkan GEMAS yaitu gerakan memakai masker gratis dengan membagikan 200 masker kepada warga masyarakat yang melintas disejumlah titik, seperti perempatan jalan, dekat kantor kelurahan, di sekolah serta kawasan permukiman warga

“Kita bagikan masker secara merata kepada pengendara roda dua, roda empat dan para pejalan kaki, ” ujar Krisdayanti, sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Kepala Kelurahan Tegalgiri, Ngateman, menyambut gembira dan menyampaikan ucapan terimakasih adanya pembagian masker secara gratis kepada masyarakat. Harapannya semakin banyak masyarakat yang sadar untuk menggunakan masker. suhamdani