JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mencekam, Ratusan Korban Investasi Semut Rangrang Kepung Rumah Dirut CV MSB di Taraman Sragen. Resah Investasi Miliaran Terancam Melayang, Sempat Berniat Ambili Barang Berharga

Direktur CV MSB, Sugiyono. Foto/Wardoyo
Direktur CV MSB, Sugiyono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM -Penahanan Sugiyono (45) Dirut CV Mulia Sukses Bersama (MSB) yang bergerak di bidang investasi semut rangrang, oleh Polda Jateng, memberi pukulan bagi ratusan mitra bisnis CV itu.

Mereka yang resah akan nasib investasi bernilai ratusan juta hingga miliaran, dilaporkan sempat menggeruduk rumah Dirut di Kampung Kroyo, Desa Taraman, Sidoharjo, Sragen, Selasa (11/8/2020) malam.

Situasi sempat mencekam ketika ratusan korban yang rata-rata tetangga Sugiyono, mengepung rumah Dirut itu. Para mitra yang juga tetangga dan investasinya belum terbayar itu, bahkan sempat berusaha menjarah barang berharga di rumah Sugiyono.

Salah satu warga yang juga korban, Marno menuturkan aksi menggeruduk rumah Dirut itu terjadi sejak sore hari. Warga yang rata-rata berinves banyak mendadak berkumpul ke rumah Sugiyono.

“Nggak hanya puluhan tapi ratusan. Semua pada datang ke rumah Pak Carik (Sugiyono). Kebanyakan ya warga sekitar sini yang jadi korban, karena hampir semua warga sini kan pada ikut itu (investasi) juga dan belum terbayar. Dikiranya mau ambilin barang dan perabot di dalam rumah yang mahal-mahal. Etung-etung untuk nomboki,” paparnya kepada wartawan Rabu (12/8/2020).

Menurutnya, warga mulai berkumpul sejak petang hari. Semakin malam jumlahnya makin banyak. Mereka mengira setelah Dirut ditahan, harapan uang yang diinvestasikan untuk bisa kembali, akan semakin tipis.

Baca Juga :  Tertangkap Hendak Tawuran, Puluhan Remaja di Gemuh Dikukut Polisi. Baju Langsung Dilucuti, Polisi Amankan Senjata Tajam dan Kayu Bermata Paku

“Makanya pada datang mau ambil barang-barang yang ada di rumah itu. Karena memang banyak benda berharga di dalamnya. Saya dengar jam satu harganya bisa Rp 2 miliar. Pikirnya warga karena uang kembali sangat tipis, ya siapa tahu ada barang yang bisa diambil untuk ngurangi kerugian, ” timpal Dwi Maryanto, warga RT 15, Kroyo.

Dwi menguraikan situasi sempat menghangat ketika ratusan warga itu menduduki rumah Sugiyono. Namun niatan untuk mengambili barang dari rumah Dirut, urung dilakukan.

Pasalnya saat bersamaan, ada mobil dari Polda Jateng yang mengambil barang-barang dari rumah Dirut. Barang yang dibawa di antaranya dokumen, barang-barang berharga yang diduga dibeli dari hasil investasi para mitra MSB.

“Bubarnya sudah agak malam. Sekitar pukul 21.00 WIB massa baru bubar,” tuturnya.

Sejak kabar penahanan Sugiyono oleh Polda Jateng Senin (3/8/2020), para mitra bisnis CV MSB mulai resah. Pasalnya mayoritas belum menikmati hasil padalah investasi yang sudah disetorkan ke MSB rata-rata di atas Rp 100 per orang.

“Saya juga bingung karena baru sekali dapat panenan. Saya setor invest Rp 100 juta, baru sekali bulan Februari 2020 kemarin dapat Rp 5,5 juta. Itu pun mundur dari jatuh tempo,” ujar Hardiman, salah satu mitra warga Kroyo, Taraman, Sidoharjo.

Baca Juga :  Tambah Lagi, 2 Warga Gemolong dan Sragen Positif Terpapar Covid-19. Jumlah Total Kasus 513, Sudah 71 Warga Meninggal Dunia

Karena uang yang disetorkan itu hasil pinjaman bank, ia tetap berharap bisa kembali. Meski begitu, ia pesimis investasinya bisa kembali lantaran pimpinan MSB kini sudah ditahan Polda.

“Saya pasrah saja Mas. Maunya kalau bisa minimal modal kembali. Tapi kalau sudah proses hukum, apa ya bisa,” tuturnya.

Mantan PNS dan Sekdes Taraman yang dipecat karena terseret kasus penipuan arisan motor itu memang sudah ditahan oleh Tim Polda Jateng sejak  Senin (3/8/2020).

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo membenarkan ada giat dari Polda Jateng terkait Sugiyono ditangkap oleh tim Polda Jateng.

“Kita Polres Sragen kalau ada seperti itu sifatnya hanya backup. Proses penyidikan dan lain-lainnya dilakukan sepenuhnya oleh Polda,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (10/8/2020).

Senada, Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mengatakan belum menerima laporan terkait penangkapan Dirut CV MSB terkait indikasi penipuan berkedok investasi semut rangrang asal Sragen itu.

Pihaknya masih menunggu dari Reskrim Polda yang menangani. Hari ini, yang dirilis baru penyerangan di Solo. Pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan Direktorat Reskrim.

“Coba kami akan koordinasi dulu. Nanti nunggu dirilis dulu ya,” tuturnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM . Wardoyo