JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Menguak Sakralnya Ritual Bersih Dusun di Dusun Tepus Karanganyar. Pernah Dilupakan, Mendadak Desa Kena Pageblug, Banyak Bayi dan Warga Mendadak Meninggal Tak Wajar

Salah satu tradisi upacara adat bersih dusun di Karanganyar. Foto/Wardoyo
Ilustrasi salah satu tradisi upacara adat bersih dusun di Karanganyar. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski di tengah pandemi, warga Dusun Tepus tetap tak menghilangkan tradisi bersih dusun.

Bersih dusun yang digelar oleh Dusun Tepus Desa Sewurejo Kecamatan Mojogedang dihadiri Kepala Dusun Tepus Muhammad Gunadi, Jum’at (14/8/20).

Agenda yang biasanya digelar semalam suntuk guna menjaga tradisi nenek moyang terpaksa kali ini diselenggarakan sejak pagi hari hingga nanti menjelang petang.

Meski tak seperti biasanya, tradisi itu tetap digelar lantaran ada cerita yang tak bisa ditinggalkan. Pasalnya berangkat dari sejarah cerita nenek moyang, konon dahulu kala ada warak (makhluk ghaib menyerupai babi) yang mandi di punden atau biasa disebut sendang di Dusun Tepus.

Baca Juga :  Tilang Cewek ABG Anggota Perguruan Silat Yang Gleyer-gleyer Pakai Mobil Mewah, Polisi Karanganyar Kaget Saat Geledah Mobil. Ternyata di Dalamnya Ada 3 Cewek dan 2 Cowok Usia SMA

Lantaran cerita mistis tersebut warga memberi nama sendang tersebut dengan “Sendang Warak”. Sendang ini dipercaya jika di beri ritual sesaji setiap tahunya maka akan mendatangkan keberkahan bagi masyarakat.

Sesaji panjang ngilang yang terbuat dari janur menjadi hal wajib yang dibuat oleh semua warga di Dusun Tepus. Setiap rumah membikin dua panjang ngilang.

Nantinya secara bersamaan dibawa ke sendang warak sebagai sesaji untuk acara ritual mohon doa di area sendang warak.

Kepala Dusun Tepus, Gunadi mengungkapkan, bahwa dulu pernah terjadi warga Tepus sama sekali tidak menggelar hajatan rutin ini, dan anehnya Dusun Tepus kena Pagebluk.

Mulai dari dalam satu hari banyak bayi meninggal yang tidak wajar, ada beberapa warga yang meninggal karena kena musibah.

Baca Juga :  Sopir Ambulan Puskesmas Jaten Mendadak Meninggal Dunia, Keluarga Khawatir Penyebab Kematiannya

“Dari pelajaran datangnya pegebluk ini, warga percaya ritual turun temurun ajaran nenek moyang ini harus setiap tahun diselenggarakan,” terangnya.

Gunadi berharap walau agenda bersih dusun kali ini tidak digelar semalam suntuk seperti biasanya namun tetap tidak kehilangan ruhnya.

“Mudah-mudahan warga Tepus bisa memahami kondisi saat ini dengan tidak mengurangi kakhitmatan agenda bersih dusun kali ini,” ungkap Gunadi.

Gelaran bersih dusun kali ini juga tetap menggelar wayangan oleh Dalan Ki Sunarso dengan lakon SRI MULIh dan juga menggelar bazar UMKM warga Dusun Tepus agar tetap lestari. Wardoyo