JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Meski Waktu Kian Sempit dan Peluang Koalisi Nyaris Nol, PKS Solo Ngotot Lawan Gibran

Gibran Rakabuming Raka (kiri) dan Teguh Prakoso (kanan). Foto: Joglosemarnews/Prihatsari

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — PKS Solo masih ngotot melawan Gibran Rakabuming Raka. Meskipun kesempatan koalisi nyaris nol, namun PKS tetap berusaha untuk menentukan lawan putra Presiden Joko Widodo tersebut.

Ketua Bapilu DPD PKS Solo, Sugeng Riyanto mengungkapkan, langkah politik selanjutnya PKS akan ditentukan Rabu (26/8/2020) melalui rapat internal partai di tingkat DPD. Hasil rapat tersebut kemudian akan diajukan ke DPW dan DPP sebagai bahan pertimbangan menentukan langkah politik Pilkada 2020.

Namun demikian, Sugeng menyebutkan sebagai satu-satunya partai parlemen yang belum menentukan sikap, kesempatan untuk mendukung Gibran sama kecilnya dengan kesempatan koalisi.

Baca Juga :  Terkait Kasus Penyerangan Anggota PSHT di Mojosongo, Polisi Bentuk Tim Khusus

“Kita realistis, itu menjadi bahan pembahasan kita juga dalam internal partai. Kita realistis bahwa kesempatan koalisi nyaris nol karena partai lain sudah menentukan dukungan mereka. Namun mendukung Gibran, kesempatannya sama nyaris nol juga,” ujarnya, Senin (24/8/2020).

Menurut Sugeng, pembahasan dengan stakeholder internal partai tidak bisa dilakukan dengan sekali atau dua kali kesempatan diskusi saja. Diperlukan beberapa kali pembahasan untuk memantapkan langkah politik, termasuk membicarakan opsi netral.

Baca Juga :  Koleksi Ratusan Keris, Mantan Ketua Umum PSSI Sekaligus Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti Mendapat Gelar Pangeran Hardonagoro dari Keraton Solo

“Kalau tidak datang ke tempat pemungutan suara bagaimana, atau kalau datang ke tempat pemungutan suara namun cara mencoblosnya bagaimana, itu masuk juga dalam pembahasan,” imbuhnya.

Sugeng menyadari, langkah PKS dalam pilkada 2020 khususnya di Solo kali ini menjadi sorotan nasional. Untuk itu pihaknya akan sangat hati-hati dan matang dalam menentukan langkah politik.

“Sampai saat ini komunikasi dengan partai lain atau tokoh-tokoh yang mendekati PKS masih terjalin baik. Waktunya masih panjang, masih sampai September 2020 untuk menentukan sikap,” tukasnya. Prihatsari