JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Anggap Belum Terlihat, Jokowi Ingatkan Para Menteri Gencarkan Kampanye Pemakaian Masker

Presiden Joko Widodo mengenakan masker dan face shield. Foto: Instagram/ jokowi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Di tengah situasi pandemi seperti saat ini, penggunaan masker dinilai sebagai salah satu cara untuk mengurangi penularan Covid-19. Namun Presiden Joko Widodo menilai kampanye maupun promosi untuk memakai masker masih belum terlihat.

Presiden Jokowi berulang kali mengingatkan tentang pentingnya penggunaan masker di masa pandemi. Salah satunya saat memimpin rapat terbatas pada 3 Agustus 2020, di mana Jokowi meminta jajaran menterinya untuk turut mengkampanyekan pemakaian masker dalam dua pekan ke depan.

“Saya melihat urusan promosi pemakaian masker belum kelihatan setelah rapat itu, baik di media, baik di lapangan dengan membagikan masker,” ucap Jokowi saat memimpin rapat terbatas dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (24/8/2020).

Dia mengingatkan bahwa sebelum vaksin Covid-19 ditemukan, maka penggunaan masker merupakan cara untuk mencegah penularan virus corona. Untuk itu, Jokowi meminta para menterinya menggencarkan promosi pemakaian masker ke masyarakat.

Baca Juga :  228 Tenaga Kesehatan Dilaporkan Meninggal Akibat Covid-19, Termasuk 9 Dokter Gigi dan 8 Guru Besar. IDI Sebut Masyarakat Banyak yang Tak Patuh Protokol Kesehatan

“Saya ingatkan karena kunci sebelum vaksin disuntikkan ke masyarakat, saya pikir kuncinya paling penting adalah pemakaian masker,” kata dia.

“Tolong ini betul-betul yang berkaitan dengan ajakan memakai masker, membagi masker pelaksanaannya bisa dipercepat. Karena juga akan memperkuat confidence dari masyarakat, dari dunia usaha, dari pasar mengenai cara-cara penanganan yang kita lakukan,” sambung Jokowi.

Dia menilai, apabila kampanye memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, dan tak berkurumun dilakukan secara bersamaan maka akan sulit diterima. Khususnya oleh kalangan menengah ke bawah.

Jokowi ingin agar kampanye mengenai protokol kesehatan Covid-19 ini juga melibatkan PKK. Menurut dia, PKK akan lebih efektif untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat.

Baca Juga :  Pemerintah Segera Berlakukan Tarif Tes Swab, Ditaksir di Bawah Rp1 Juta. Ada Usulan Harga Rp439.000 hingga Rp797.000

“Saya ingin ini melibatkan PKK, coba PKK. Istri Mendagri, saya enggak tahu kalau ibu-ibu khawatir masalah Covid-19 mungkin kita rem, tapi kalau ibu-ibu siap, saya kira PKK ini saya pikir sangat efektif door to door urusan masker,” tuturnya.

Sebelumnya, Jokowi menyusun strategi baru untuk mengendalikan penyebaran virus corona. Jokowi meminta agar kampanye protokol kesehatan Covid-19 tidak dilakukan secara bersamaan.

“Saya ingin fokus saja mungkin dalam 2 minggu kita fokus kampanye mengenai pakai masker. Nanti 2 minggu berikut kampanye jaga jarak atau cuci tangan misalnya. Tidak dicampur urusan cuci tangan, urusan jaga jarak, urusan tidak berkerumun, pakai masker,” jelas Jokowi saat memimpin rapat terbatas, Senin (3/8/2020). Liputan 6