JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Pasangan Pengantin Ini Gelar Resepsi Pernikahan Drive Thru, Sedih Bercampur Bahagia tapi Biaya Lebih Irit

Suasana resepsi pernikahan dengan konsep drive thru di Bekasi, Sabtu, (8/8/2020). Foto: Tribunnews/ Tribun Jakarta/ Yusuf Bachtiar

BEKASI, JOGLOSEMARNEWS.COM Pasangan pengantin di Bekasi ini memilih menggelar resepsi pernikahannya dengan konsep drive thru karena masih adanya pandemi Covid-19. Kendati merasa bahagia bercampur sedih, namun biaya yang dikeluarkan disebut lebih irit.

Pasangan Yunita dan Karim Muhamdilah ini terpaksa menggelar resepsi pernikahannya dengan cara yang berbeda, demi bisa tetap dilangsungkan di tengah masa pandemi.

Keduanya, yang sudah melangsungkan akad nikah pada 20 Juni 2020 lalu, awalnya ingin menggelar acara resepsi seperti biasa. Namun lantaran situasi pandemi yang tak diketahui kapan berakhir, sementara pihak keluarga tidak ingin terlalu lama menunda acara resepsi.

“Saya bersama keluarga besar membicarakan acara ini matang-matang, melihat kondisi saat ini masih pandemi kitapun berpikir mau ditunda-ditunda entah sampai kapan,” kata Karim.

“Akhirnya kita berpikir konsep baru seperti apa yang harus kita lakukan, maka kita padukan pernikahan konvensional dengan drive thru,” jelas Karim.

Ketika ditanya perasaannya menggelar pesta pernikahan yang tak biasa, Karim mengaku, sedih bercampur bahagia.

Dia mengaku, pesta pernikahan seperti itu tidak pernah terbayangkan bakal dilakukannya, padahal acara resepsi merupakan momen untuk merayakan kebahagiaan bersama kelurga besar.

Baca Juga :  Nggak Kuat Diberondong Pertanyaan, Pengecer Pupuk Haji Kasim Langsung Klepek-Klepek Lalu Tewas Mendadak Saat Rapat Masalah Kelangkaan

“Sebenarnya sedih juga sih, kita enggak bisa benar-benar dekat sama keluarga besar, tapi mau gimana lagi kondisinya pandemi seperti ini,” ungkapnya.

Resepsi pernikahan berkonsep drive thru yang digelar Yunita dan Karim ini dilangsungkan di halaman parkir Ruko Bekasi Town Square, Kota Bekasi, pada Sabtu (8/8/2020). Mereka mengundang sekitar 1.300 tamu yang dibagi menjadi dua sesi.

Bekerja sama dengan wedding organizer, acara resepsi drive thru ini berlangsung dari pukul 11.00 WIB hingga 17.00 WIB. Tamu undangan dibagi menjadi dua sesi, yakni tamu dari orangtua kedua mempelai pada pukul 11.00 – 15.00 WIB dan tamu dari kedua mempelai pada pukul 15.00 – 17.00 WIB.

Pembagian tamu undangan ke dalam dua sesi berbeda bertujuan untuk meminimalkan penumpukan tamu dan agar konsep drive thru bisa berjalan lancar.

Dengan konsep drive thru, tamu undangan sejak datang hingga pulang dari resepsi tetap berada di dalam mobil, meski itu saat mengisi buku tamu, memberi selamat kepada mempelai dan keluarga, hingga menerima hidangan yang dikemas dalam dus. Bahkan untuk berfoto dengan mempelai dilakukan dari dalam mobil.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok, Selasa 23 Februari 2021: Curah Hujan Masih Merata dengan Intensitas Ringan hingga Sedang

Sementara salah satu keuntungan menggelar resepsi dengan konsep drive thru ini adalah lebih hemat biaya, terutama untuk konsumsi tamu undangan.

Khais Akbar, selaku wedding organizer yang menyelenggarakan acara resepsi itu mengklaim untuk biaya katering bisa dipangkas hingga 50 persen dibandingkan jika menggelar resepsi biasa.

“Kalau di drive-thru ini sekali jalan sekali makanan udah mereka pulang bisa dipangkas jauh lumayan (biaya katering),” jelasnya.

Menurut Khais, biaya katering tamu undangan biasanya memiliki porsi cukup besar dalam penyelenggaraan resepsi pernikahan. Terlebih jika menggunakan model prasmanan.

Namun karena menggunakan konsep drive thru, jumlah hidangan yang disiapkan sama dengan tamu undangan sehingga bisa menekan biaya yang dibutuhkan.

Untuk acara resepsi pasangan pengantin Yunita dan Karim, biaya pernikahan drive-thru mencapai kurang lebih Rp150 juta dengan 1.300 undangan.

Menurut Khais, biaya itu sejatinya bisa ditekan jika kedua mempelai mengurangi jumlah tamu undangan misalnya 500 tamu seperti pernikahan pada umumnya.

“Ini jauh lebih murah, kalau untuk 1300 undangan kondisi normal (bukan drive-thru) bisa menghabiskan biaya Rp300 jutaan,” kata Khais.

www.tribunnews.com