JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pemerintah Akan Beri Bantuan bagi Pekerja yang Upahnya di Bawah Rp 5 Juta, Totalnya Capai Rp 31,2 T

Sri Mulyani tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 22 Oktober 2019. Presiden Joko Widodo atau Jokowi kembali menunjuk Sri Mulyani Indrawati sebagai menjabat Menteri Keuangan periode 2019 - 2024. Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Sekitar 13 juta pekerja yang memiliki upah di bawah Rp 5 juta per bulan, sedang dipertimbangkan untuk menerima bantuan gaji, yang totalnya mencapai Rp 31,2 triliun.

“Diperkirakan butuh anggaran, sebesar Rp 31,2 triliun untuk pemnerian bantuan tersebut,” kata Menteri Keuangan,  Sri Mulyani Indrawati dalam siaran langsung Komite Stabilitas Sistem Keuangan, Rabu (5/8/2020).

Nantinya, setiap pekerja yang bergaji di bawah Rp 5 juta akan mendapatkan Rp 600.000 untuk empat bulan.

Selain itu, pemerintah akan memberikan tambahan bantuan sosial untuk para penerima Program Keluarga Harapan. Penambahan bansos diberikan dalam bentuk beras sebanyak 15 kilogram dengan anggaran sebesar Rp 4,6 triliun.

Baca Juga :  Pengurus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Gugat Ditjen Bimas Agama Budha karena Keluarkan Surat Rumah Ibadah Budha

Anggaran itu dibagi untuk 10 juta masyarakat. Bantuan tunai sebesar Rp 500 ribu, kata dia juga akan dibagi untuk penerima kartu sembako di luar PKH sebesar hampir 10 jt penerima dengan anggaran Rp 5 triliun.

“Akan dibayarkan Agustus,” ujarnya.

Stimulus untuk ketahanan Pangan dan Perikanan juga akan dikucurkan sebesar Rp 1,5 triliun. Juga bantuan produktif untuk 12 juta UMKM akan diberikan.

Tiap pelaku UMKM nantinya akan mendapatkan Rp 2,4 juta dengan anggaran sebesar Rp 28 triliun.

Baca Juga :  Kemenkes Dominasi Jumlah Kasus Covid-19 Klaster Perkantoran di DKI Jakarta

Sri Mulyani menambahkan, stimulus terbaru yang mulai diterapkan yaitu pemerintah memberikan pengurangan beban listrik.

Stimulus itu membuat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN, tidak lagi mengenakan minimum langganan listrik, khususnya para pengusaha. Stimulus itu kata dia, membutuhkan anggaran Rp 3 triliun.

Sejumlah langkah luar biasa itu di antaranya diambil pemerintah untuk mendorong daya beli masyarakat. Terlebih di kuartal kedua tahun ini sudah terbukti terjadi kontraksi pertumbuhan ekonomi sehingga minus 5,32 persen. 

www.tempo.co