JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pemerintah Siapkan Bantuan Subsidi Pendidikan untuk Murid hingga Dosen, Bisa Berupa Pulsa atau Ponsel

SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo meminta murid-muridnya belajar di rumah menggunakan sistem online selama dua minggu sejak Senin (16/3/2020). Istimewa

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemerintah terus berupaya menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak pandemi corona. Setelah menyiapkan bantuan subsidi gaji untuk pegawai, kini pemerintah disebut sedang menyiapkan program bantuan pendidikan yang ditujukan untuk murid, guru, hingga dosen.

Kabar tersebut disampaikan Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick Tohir. Ia menyebut regulasi untuk program tersebut tengah disusun oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian Keuangan, dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Kemarin Menkominfo bersama Menteri Keuangan dan Mendikbud sedang mempelajari, apakah ada juga bantuan subsidi pulsa untuk dosen, guru, murid, semuanya. Saya, belum bisa presentasi detail karena itu masih digodok kementerian lain,” kata Erick dalam tayangan virtual, Rabu (12/8/2020).

Baca Juga :  Jadi Pengacara Bambang Trihatmodjo, Busyro Muqoddas Sebut Perkaranya Bukan Korupsi

Erick yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN itu menambahkan, sebenarnya Kemenkominfo dan Telkom sudah memberikan bantuan berupa pulsa murah senilai Rp1,7 triliun untuk mendukung kegiatan bekerja dan belajar jarak jauh via daring.

“Telkom bersama Kemenkominfo sudah memberikan pulsa murah sebanyak Rp1,7 triliun, bahkan perbulannya untuk Telkom dan Telkomsel Rp1,4 triliun. Tapi ini kita sebagai catatan datanya ada di Kemenkominfo,” ujar Erick.

Baca Juga :  Berkah di Balik Pandemi Covid-19, Jasa Perakitan Mobil Ambulans Banjir Pesanan. Sudah Rakit 800 Unit Ambulans, Dikirim hingga Papua

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan pemerintah tengah menggodok skema bantuan pendidikan dalam bentuk pulsa hingga ponsel.

Langkah ini diharapkan dapat membantu pelajar dari keluarga miskin selama ini kesulitan melakukan kegiatan pembelajaran secara virtual atau belajar daring.

“Ini jadi tantangan baru yang harus kita pecahkan dan kita sedang bahas dengan kementerian terkait gimana kita bisa bantu keluarga-keluarga ini,” kata Sri Mulyani dalam webinar di Jakarta, Selasa (11/8/2020). Liputan 6