JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Kesehatan

Penelitian: Toilet Pria Perlu Diwaspadai Sebagai Penularan Covid-19

Suasana kamar kecil di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 44.521.08 atau lebih kenal dengan sebutan SPBU MURI dikawasan Tegal, Jawa Tengah, 25 Juli 2014. SPBU ini meraih rekor Muri karena memiliki 107 toilet bersih dan sejumlah fasilitas lainnya / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah penelitian dari Universitas Yangzhou, Cina, menemukan kenyataan bahwa tempat buang air kecil pria atau urinoir pantas diwaspadai sebagai media penularan Covid-19.

Studi terbaru dari kampus itu menunjukkan kalau urinoir dapat melepaskan aerosol mengandung virus yang berpotensi terhirup ketika menyiram atau flush.

“Lebih dari 57 persen partikel telah berpindah dari urinoir. Partikel juga bergerak dengan kecepatan yang mengkhawatirkan,” kata para peneliti dalam studi yang diterbitkan di jurnalPhysics of Fluids.

Dalam penelitian itu disebutkan, kalau partikel dapat terlontar sampai 0,84 meter, yang kira-kira setinggi paha pria dewasa, dalam 5,5 detik. Itu bahkan melampaui 0,9 meter dalam 53 detik yang terjadi karena flush toilet.

Baca Juga :  5 Cara Mudah Cerahkan Gigi Secara Alami di Rumah

Tim peneliti melacak pergerakan partikel yang mengandung virus saat urinoir dibilas tersebut melalui simulasi komputer. Tim menggunakan metode komputasi dinamika fluida untuk memodelkan pergerakan partikel yang terjadi.

“Mirip dengan pembilasan toilet, proses pembilasan urinoir melibatkan interaksi yang signifikan antara antarmuka gas dan cairan,” kata salah satu peneliti, Xiangdong Liu, menerangkan.

Para peneliti menyatakan temuan mereka menimbulkan kekhawatiran tentang toilet umum untuk pria. Baru-baru ini, peneliti menemukan SARS-CoV-2–virus corona penyebab Covid-19–pada urine seseorang yang positif Covid-19. Artinya, penularan melalui urine dapat terjadi, rute transmisi yang sebelumnya diabaikan.

Baca Juga :  Bau Mulut Bagi Penderita Diabetes, Begini Cara Mengatasinya

“Selain toilet, urinoir yang berorientasi pada laki-laki, yang merupakan fasilitas umum di toilet umum laki-laki, bisa menjadi barang berbahaya,” kata mereka.

Penulis penelitian mencatat bahwa urinoir biasanya digunakan di tempat yang ramai, dan karena partikel dapat bergerak lebih cepat dan jauh di urinoir, hal itu menimbulkan tantangan kesehatan masyarakat yang serius.

Tim peneliti menyarankan agar masker wajib dikenakan di toilet umum. Ini menambahkan penerapan perbaikan anti-difusi fasilitas toilet umum, terutama selama pandemi Covid-19.

www.tempo.co