JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tempe Bungkus Daun Ternyata Jadi Makanan Primadona Menteri Teten Masduki dan Keluarga

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki Didampingi Wali Kota Salatiga Yuliyanto saat berkunjung ke Pasar Blauran II Salatiga, pada Kamis (6/8/2020), lalu. Istimewa

SALATIGA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tempe bungkus daun ternyata menjadi primadona Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI Teten Masduki. Pada saat berkunjung ke Pasar Blauran II Salatiga, pada Kamis (6/8/2020), lalu, Menteri Teten memborong tempe bungkus daun yang menjadi makanan kesukaan keluarganya.

Kunjungan tersebut untuk memastikan aktivitas ekonomi di pasar itu berjalan baik di tengah pandemi covid-19.

“Saya beserta istri senang bisa berkunjung ke pasar ini, yang paling menarik perhartian saya dengan istri adalah tempe yang dibungkus daun, saya akan borong ini dan bawa ke Jakarta,” ujarnya saat itu.

Menurut Teten, kehadirannya ke Salatiga untuk memastikan percepatan program pemulihan ekonomi nasional, di mana Pemerintah telah mengalokasikan Rp 124 triliun yang di antaranya untuk membantu meringankan beban keuangan UMKM yang terdampak Covid-19. Mulai dari program restrukturisasi pinjaman, subsidi bunga, subsidi pajak dan pinjaman baru yang lunak.

Baca Juga :  ABG 15 Tahun Dipaksa Masuk Kamar dan Digilir 2 Pemuda di Rumah Sepi. Pelaku Mengaku Tak Bisa Tahan Nafsu Gegara Sering Nonton Film Panas Jepang

Ditambah bantuan bagi UMKM yang unbankable berupa hibah modal kerja sebesar Rp2,4 juta kepada 12 juta pelaku usaha mikro dan ultra mikro.

Teten mengajak pedagang pasar, khususnya di Pasar Blauran II, untuk bergabung dalam wadah koperasi yang sudah ada. Sehingga, bila membutuhkan tambahan modal bisa melalui koperasi.

“Kami juga menyiapkan bantuan modal kerja murah. Silakan Pak Wali, barangkali ada koperasi yang perlu kita back up pembiayaannya. Bahkan ke depan, kami ingin banyak menyalurkan pembiayaan UMKM lewat koperasi,” terang Teten.

Baca Juga :  Pemprov Tak Segan Tutup Destinasi Wisata di Jateng yang Melanggar Protokol Kesehatan

Disampaikan, pembangunan Pasar Blauran tersebut merupakan satu bagian dari program revitalisasi pasar dari dalam rentang waktu sejak 2013 hingga 2019. Dengan revitalisasi, diharapkan masyarakat suka berbelanja di pasar tradisional.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Salatiga, Yuliyanto menyampaikan terima kasih kepada Menteri Koperasi dan UKM yang telah memberikan bantuan berupa pembangunan gedung Pasar Blauran II. Revitalisasi Pasar Blauran dirapakan terus menambah kesejahteraan bagi masyarakat Kota Salatiga, khususnya pedagang dan pelaku usaha kecil menengah.

“Kami sampaikan terimakasih kepada Bapak Menteri Koperasi dan UKM yang telah membantu pembangunan Pasar Blauran ini, dan diharapkan bantuan-bantuan berikutnya untuk masyarakat Salatiga,” jelas Yuliyanto. Satria Utama