JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Update Kasus Covid-19 Karanganyar Sudah Capai 189 Positif, 167 Sembuh dan 45  Meninggal Dunia

Ilustrasi pemakaman protokol covid-19. Foto/Wardoyo
Ilustrasi pemakaman protokol covid-19. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Kabupaten Karanganyar masih menunjukkan tren peningkatan.

Hingga Jumat (14/8/2020) pagi ini, jumlah kasus positif di Bumi Intanpari masih tinggi mencapai angka 189 kasus.

Sementara, jumlah warga yang meninggal terkait covid-19 baik yang berstatus probable, suspek maupun positif sudah mencapai 45 orang.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Jumat (14/8/2020) pagi ini, jumlah kasus positif covid-19 total mencapai angka 189.

Baca Juga :  PD Muhammadiyah Karanganyar Mendadak Sosialisasi ke Ribuan Guru di Semua Sekolah Muhammadiyah. Dari Aturan Jadi Kasek, Sertifikasi dan Lainnya, Ini Tujuannya!

Dari jumlah itu, 16 orang masih dirawat, 167 sembuh dan 6 meninggal dunia.
Kemudian untuk kategori suspek covid-19, 1556 pasien dinyatakan selesai pantauan, 23 orang masih dirawat dan 38 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total tercatat mencapai 45 orang. Rinciannya 6 warga meninggal dengan status positif covid-19, 38 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan satu warga meninggal dalam status probabel.

Baca Juga :  Awas, 12 Warga Desa Ngringo Karanganyar Positif Terpapar Covid-19. Tersebar di Sejumlah RT, Dinkes Ingatkan Bahaya Jika Sampai Ada Hajatan di Lokasi Kasus Positif!

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seoalah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo