JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dongkrak Sektor Pariwisata yang Tersungkur, Pemerintah Beri Diskon Paket Wisata 50 Persen

Candi Borobudur. Pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Untuk mendongkrak pariwisata sebagai sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19,  pemerintah akan menggelontorkan diskon paket wisata sebesar 50 persen untuk warga negara Indonesia (WNI).

Diskon tersebut, menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan,  merupakan stimulus yang pemberiannya mengacu pada nomor induk kependudukan (NIK).

Dia mengatakan, pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Karena itu, anggaran yang direncanakan untuk pemulihan ekonomi nasional atau PEN juga bakal menyasar kepada industri-industri yang tersungkur.

“Indonesia dapat memanfaatkan dana stimulus itu untuk membangun industri, infrastruktur, dan kegiatan-kegiatan lain agar langsung tepat sasaran. Tahun ini kita memperoleh dana sebesar 895 triliun,” ujar Luhut, Sabtu (26/9/ 2020).

Baca Juga :  Deretan Ucapan Maulid Nabi Muhammad 1442 H, Cocok Untuk Status Medsos dan Dikirm via WA

Adapun sektor pariwisata akan memperoleh anggaran sebesar Rp 1 triliun, yang pemanfaatannya termasuk untuk penyediaan diskon paket pelancongan. Stimulus tersebut akan diberikan saat pemerintah mendustribusikan vaksin pada Desember mendatang. Fokus pariwisata sampai akhir tahun pun dititikberatkan pada kunjungan domestik.

Luhut menjelaskan, diskon paket wisata memiliki batas maksimal Rp 2,35 juta per NIK. Pemerintah berharap diskon tersebut memberikan efek ganda sebanyak 4,58 kali hingga 5,85 kali atau senilai Rp 9,34 triliun sampai Rp 11,93 triliun bagi perekonomian.

Baca Juga :  Jokowi Ajak Ormas Islam Yakinkan Kehalalan Vaksin Covid-19

Ihwal anggaran stimulus, Luhut melanjutkan, pemerintah pada 2021 kemungkinan masih akan menganggarkan Rp 500 trilliun untuk pemulihan ekonomi nasional. Meski lebih kecil nilainya ketimbang 2020, ia meyakini anggaran itu tetap bisa dimanfaatkan untuk bantuan-bantuan produktif.

Luhut berharap stimulus ini akan memberikan pemasukan bagi negara dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

“Kami berharap pada 2021, perekonomian Indonesia akan kembali tumbuh menjadi 4.5 hingga 5 persen,” ucap Luhut.

www.tempo.co