JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Akhirnya Terungkap, Sumber Suara Dentuman Misterius yang Didengar Warga Jakarta. Suara Berasal dari Seremoni Penerimaan Prajurit Baru TNI AU

Petir terlihat di atas langit dan sebuah gedung bertingkat di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: tempo.co
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Misteri sumber suara dentuman keras yang terdengar oleh sebagian warga Jakarta pada Minggu (20/9/2020) malam dan Senin (21/9/2020) dini hari akhirnya terungkap.

Sumber suara dentuman keras menyerupai gemuruh petir itu ternyata bukan dari fenomena alam maupun ledakan seperti yang sempat dikhawatirkan. Sumber suara tersebut adalah dari bahan peledak yang disulut dalam acara seremoni di Halim Perdanakesuma, Jakarta Timur.

Disampaikan Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Kadispen TNI AU), Marsekal Pertama Fajar Adriyanto bahwa suara dentuman yang terdengar oleh warga Jakarta itu berasal dari acara penerimaan prajurit baru dari Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU.

Baca Juga :  Ma’ruf Amin: Dari 8,3 Juta Pelaku UMKM, Baru 13 Persen Gunakan Teknologi Digital

“Itu memang dari Paskhas, TNT, ada tradisi penerimaan prajurit baru,” kata Fajar kepada Tempo, Senin (21/9/2020).

TNT atau Trinitrotoluene, yang digunakan dalam acara tersebut, dijelaskan Fajar, merupakan peledak berbahan hidrokarbon. “TNT itu suara saja, gak ada efek apa-apanya, cuma suara dentuman seperti petasan. Ledakan suara saja, enggak ada meledakkan gedung,” kata dia.

Sebelumnya ramai di media sosial, sejumlah warga Jakarta mengaku mendengar suara dentuman keras pada Minggu malam kemarin, namun tidak mengetahui asalnya. Mereka pun mengunggah cerita mereka di media sosial, hingga akhirnya menjadi viral. Suara serupa juga dilaporkan terdengar pada Senin dini hari.

Sementara dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menduga dentuman ini berasal dari aktivitas petir. Berdasarkan pemantauan mereka, terdapat aktivitas petir di sekitar Gunung Salak Bogor pada rentang waktu dentuman terdengar oleh warga.

Baca Juga :  Lokasi Kecelakaan Tak Terpantau CCTV, Polisi Akui Kesulitan Mengidentifikasi Penabrak Mobil Hanafi Rais

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengaku tidak ingin berspekulasi soal sumber dentuman. Namun dari data monitoring lightning detector BMKG, waktu terjadinya dentuman bertepatan dengan aktivitas petir di kawasan Gunung Salak, yakni sekitar pukul 19.00-21.00.

“Acuan kami adalah data hasil monitoring peralatan kami yang menunjukkan bahwa memang ada beberapa aktivitas petir yang terjadi saat rentang waktu terdengarnya suara dentuman yang dilaporkan oleh warga,” kata Daryono.

www.tempo.co