JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

Akwayan Pustaka, Taman Baca Mini Milik Mahasiswi UNS, Tempat Pinjam Buku Gratis Tanpa Batas Waktu Pengembalian

Fadiah Azmi Rahmasari, seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pendiri taman baca mini bernama Akwayan Pustaka. Humas UNS

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sebuah bangsa akan menjadi maju apabila generasi mudanya gemar membaca sejak dini. Tidak hanya suka membaca, namun juga kesadaran akan membeli buku asli yang beredar di toko buku, bukan buku bajakan atau pun PDF buku ilegal yang marak beredar akhir-akhir ini.

Berangkat dari rasa kepedulian terhadap dunia literasi, Fadiah Azmi Rahmasari, seorang mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mendirikan taman baca mini bernama Akwayan Pustaka.

“Akwayan Pustaka yang saya maknai, berkawan dengan buku. Akwayan sendiri berasal dari Bahasa Sansekerta yang memiliki arti kawan atau teman, sedangkan pustaka berarti buku. Alasanku yang utama ialah agar aku selalu baik-baik dengan buku. Karena dengan membaca tiap aksaranya dapat membuka tabir ketidaktahuanku akan suatu hal,” tuturnya, Kamis (10/9/2020).

Akwayan Pustakan adala tempat meminjam buku gratis di daerah Solo dan sekitarnya. Tidak ada pungutan biaya bagi peminjam buku di sini. Uniknya lagi, tidak ada jangka waktu batas peminjaman buku, peminjam buku dapat meminjam buku sesuka hati tanpa takut terkena denda karena melebihi batas waktu peminjaman. Bahkan, Azmi tidak mendapat jaminan apa pun ketika meminjamkan buku terhadap orang-orang. Azmi percaya bahwa peminjam bukunya tidak akan membawa kabur kumpulan lembaran kertas miliknya.

“Insyaallah peminjamnya amanah. Saling percaya aja. Toh yang rugi yang bawa kabur,” ucap Azmi yang juga seorang mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Fisika ini.

Awal mula terbentuknya Akwayan Pustaka tepat pada tahun 2013. Saat itu, koleksi bacaan Azmi cukup banyak sehingga ia merapikannya ke dalam kardus dan dipajang di ruang tamu dengan tujuan untuk menepis kebosanan pelanggan ayahnya yang terampil memperbaiki alat elektronik. Azmi terinspirasi dari Perpustakaan Ganesa di Kartasura.

Baca Juga :  Polisi Bekuk 4 Pelaku Penipuan Berkedok Lelang di Instagram, Kaesang Pangarep Nyaris Jadi Korban

“Inisiatif tersebut, aku terinspirasi dari Perpustakan Ganesa di daerah Songgolangit, Pajang, Kartasura. Perpustakaan tersebut satu lokasi dengan bengkel dan cuci mobil. Bengkel terletak di bawah dan perpustakaan terletak di lantai atas. Para pelanggan bisa naik ke atas apabila kebosanan telah melanda,” jelas Azmi.

Menginjak tahun 2016, buku-buku milik Azmi mulai dilirik dan dibaca orang lain yakni murid les yang diampu oleh Azmi. Dari situ, banyak anak-anak bahkan remaja yang tertarik mengunjungi Akwayan Pustaka sebagai tempat menambah wawasan, membuka lembar demi lembar buku. Hingga pada 31 Maret 2020, Azmi mulai membuka dan mengumumkan adanya Akwayan Pustaka kepada khalayak. Ia mulai menggencarkan taman bacaan mininya tersebut melalui daring mau pun luring.

Azmi baru mulai menggencarkan Akwayan Pustaka pada 31 Maret lalu karena keresahannya terhadap buku-buku bajakan yang marak ia temui di status teman-temannya selama mengisi waktu di masa pandemi.

“Beroperasinya mulai 31 Maret. Pas marak-maraknya PDF ilegal. Udah gemes banget pas itu. Mungkin ini waktunya kali ya wujudin cita-cita bikin taman baca mini,” tutur Azmi.

Dari situlah, ia mantap untuk membuka Akwayan Pustaka pada umum agar dapat meminimalisir penyebaran PDF ilegal tersebut. Orang-orang dapat meminjam buku secara gratis bahkan tanpa durasi di Akwayan Pustaka. Selain itu, Azmi juga menawarkan untuk mengantarkan buku tersebut langsung kepada para peminjamnya.

Saat ini, Azmi merangkap sebagai pemilik sekaligus admin dari keberlangsungan Akwayan Pustaka. Ia juga dibantu oleh kedua adik kandungnya untuk merekap data buku dan mendesain pernak-pernik di situ. Kini, keluarga Azmi juga turut mendukung gerakan positif yang diinisiasinya.

Baca Juga :  Dinilai Majukan Kota Solo, Jika Terpilih Gibran-Teguh Berkomitmen Teruskan Program Rudy: Wasis, Waras, Wareg, Mapan lan Papan

“Akwayan Pustaka seolah bukan lagi milikku seorang, akan tetapi milik keluarga karena Ayah, Ibu, dan Om turut andil di dalamnya dan Akwayan Pustaka, kini mulai menjadi bagian dari masyarakat. Akwayan Pustaka ini berada di Jalan Semeru Utama No.4 atau tepatnya di belakang RS Dr Oen Kandang Sapi, Surakarta,” jelas Azmi.

Terdapat lebih dari 200 buku berbagai genre yang kini bertengger di rak buku Akwayan Pustaka. Buku-buku tersebut, meliputi kategori anak-anak, remaja, hingga orang tua. Terdapat berbagai macam buku seperti novel, motivasi, dan agama. Cara meminjam buku pun cukup mudah, pertama, peminjam bisa mengakses link yang ada di bio Instagram @akwayanpustaka untuk melihat koleksi buku. Lantas, peminjam cukup menghubungi kontak yang tertera.

Kini, Akwayan Pustaka dapat dikunjungi oleh siapa pun. Mulai dari anak-anak sekolah, mahasiswa, juga umum. Semua dapat membaca buku legal di sini. Azmi berpesan agar orang-orang dapat memiliki seribu alasan untuk terus membaca.

“Pesan aku, tinggalkan seribu alasan untuk tidak mengeja aksara, yang enggak punya duitlah buat beli, nyewa, bayar denda, dan lain-lain. Sekarang ada peminjaman gratis, yuk manfaatin. Tinggal klik, cek, konfirm, buku udah sampai di tanganmu. Lalu buat seribu alasan untuk selalu mengeja aksara,” pungkas Azmi.

Langkah nyata yang dilakukan Azmi merupakan sebuah gebrakan positif dari mahasiswa UNS yang dapat bermanfaat bagi khalayak. Tidak hanya peduli literasi bagi diri sendiri namun juga khalayak. Langkah Azmi dengan mendirikan Akwayan Pustaka semoga dapat terus bertumbuh menyebarluaskan kebermanfaatan. Prihatsasri