JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Awalnya Tak Tega Ada Warga Kesusahan Karena Positif Covid-19, Warga Rejosari Kalijambe Sragen Tergerak Gotong Royong Galang Iuran. Gerakkan Program Jogo Tonggo, Rela Jualan Barang Bekas Demi Bisa Bantu Ratusan Paket Sembako Gratis

Program Jogo Tonggo yang dirintis warga Rejosari, Donoyudan, Kalijambe, Sragen. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di saat banyak keluhan dan stigma negatif terhadap pasien positif covid-19, warga di Desa Rejosari Donoyudan, Kalijambe, Sragen memberi contoh positif.

Warga di desa itu menggelar acara Jogo Tonggo di tengah kondisi pandemi covid-19 untuk warga yang positif.

Acara yang berisi pemberian bantuan kebutuhan pokok kepada masyarakat itu digelar tanpa pilih kasih, Selasa (29/9/2020).

Kegiatan itu digelar oleh ibu-ibu PKK di halaman Masjid Nurul Yaqin Rejosari mulai pagi hingga siang.

Rusmi Rosyidah selaku ketua panitia kegiatan menjelaskan, program ini merupakan upaya mewujudkan program peduli tetangga yang digagas Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Diawali saat ada warga Donoyudan yang positif terkena Covid-19, ibu-ibu PKK prihatin karena ada warga yang kesusahan. Akhirnya, ide ini disampaikan kepada masyarakat di pertemuan rutin ibu-ibu.

Baca Juga :  Tak Tahan Kahanan, Petani Berusia 80 Tahun di Masaran Sragen Nekat Bunuh Diri Nyemplung Sumur Tua. Jasadnya Baru Ditemukan 2 Pekan Kemudian Dalam Kondisi Rusak dan Membusuk

Di luar dugaan, sambutan dan dukungan masyarakat sangat besar. Dari dukungan masyarakat inilah kemudian ada kesepakatan tentang jumlah iuran.

Disepakati, iuran per RT sebesar 1,5 juta kali jumlah RT di dusun Rejosari. Dusun Rejosari terdiri atas 4 RT, yakni RT 04, 05, 06, dan 18.

Karena RT 18 termasuk RT baru yang jumlah warganya relatif sedikit, disepakati khusus RT 18 hanya membayar iuran separuhnya.

“Separuh dari kekurangan itu ditutup oleh donatur,” paparnya Selasa (29/9/2020).

Rusmi menguraikan iuran sebesar itu merupakan hasil kreativitas ibu-ibu PKK. Di setiap pertemuan, ada produk yang dijual, baik produk anggota maupun titipan.

Bahkan sebagian uang tersebut adalah hasil menjual barang-barang bekas. Hasil penjualan itu dikumpulkan bendahara hingga kas PKK bertambah banyak.

Baca Juga :  Waspada, Pandemi Covid-19 Jadi Waktu Emas Pelaku Peredaran Narkoba. Tawarkan Narkoba Pakai Media Ini, Tim P4GN Karanganyar Mulai Gerilya ke 177 Desa!

Berbekal uang Rp 6 juta hasil iuran, panitia berbelanja kebutuhan pokok, seperti minyak goreng, mie instan, telor, sayuran, lauk dan lain-lain.

Satu paket sembako senilai Rp 25.000 kali 236 KK. Ternyata banyak warga yang merasa kecukupan sehingga bantuan sembako gratis dari ibu-ibu PKK itu diberikan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.

“Warga yang punya bahan atau barang apa saja boleh dititipkan di meja. Warga yang membutuhkan boleh ambil gratis. Jadi, bukan melulu bantuan dari ibu-ibu PKK,” tambahnya.

Melihat tingginya antusias masyarakat, ibu-ibu PKK terkesan sekali. Ada keinginan kuat untuk mengadakan kegiatan serupa di kemudian hari. Terlebih masih ada saldo dari donatur dan sisa belanja. Wardoyo