JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Berkah di Balik Pandemi Covid-19, Jasa Perakitan Mobil Ambulans Banjir Pesanan. Sudah Rakit 800 Unit Ambulans, Dikirim hingga Papua

Ilustrasi mobil ambulans. Foto: pixabay.com
madu borneo
madu borneo
madu borneo

BEKASI, JOGLOSEMARNEWS.COM Pandemi Covid-19 telah membawa dampak besar dalam kehidupan masyarakat di Indonesia, terutama dari segi ekonomi. Banyak pihak yang mengaku perekonomiannya terpukul akibat pandemi.

Namun ternyata masih ada pihak yang bisa meraup untung di balik bencana pandemi ini. Salah satunya adalah jasa perakitan mobil ambulans.

Seperti diketahui, pandemi Covid-19 telah mengakibatkan banyak korban jiwa. Selain itu lebih banyak lainnya yang menjadi sakit akibat terinfeksi virus corona. Di situlah peran mobil ambulans meningkat tajam.

Mobil ambulans dibutuhkan untuk membawa pasien penderita Covid-19 menuju rumah sakit atau membawa jenazah korban meninggal ke lokasi pemakaman. Beberapa waktu lalu bahkan sempat viral sebuah video yang memperlihatkan antrean mobil ambulans yang hendak membawa pasien ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

Mobil-mobil ambulans tersebut banyak yang merupakan rakitan baru dan salah satu yang menerima jasa perakitan mobil ambulans ini adalah sebuah bengkel yang beralamat di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Bengkel ini mengaku kebanjiran pesanan di tengah pandemi Covid-19.

“Merebaknya kasus Covid-19 membawa berkah tersendiri bagi kami. Patut disyukuri, ada hikmahnya,” kata Project Manager PT Ambulance Pintar Indonesia, Ari Cukmara, di Bekasi, Senin (28/9/2020).

Baca Juga :  Tak Pernah Pakai Masker saat Keluar Rumah di Masa Pandemi Covid-19, Ini Rahasia Ahmad Dhani: Saya Ikut Pak Terawan

Ari menjelaskan bahwa sejak beberapa bulan terakhir mereka banyak menerima pesanan merakit mobil ambulans. Setidaknya sudah 800 mobil ambulans yang dipesan oleh sejumlah rumah sakit dan dinas kesehatan di seluruh Indonesia. “Pesanan paling jauh hingga ke Papua dan banyak juga daerah lain yang dikirim,” ujarnya.

Ari menerangkan, biasanya pesanan ambulans mencapai 500 unit per tahun. Namun tahun ini pihaknya mengaku telah mengerjakan perakitan hingga 800 unit, padahal belum memasuki akhir tahun.

Akibat banjir pesanan itu, pihaknya harus melemburkan karyawan. Karyawan yang semula hanya 30 orang pun bertambah menjadi 70 orang. “Berkahnya buat karyawan yang kerja nambah karena pesanan juga nambah,” katanya.

Ari menerangkan, tingginya jumlah pesanan mobil ambulans tidak lepas dari meroketnya jumlah orang terinfeksi Covid-19. Penambahan kasus saat ini secara nasional telah menembus 4.000 per hari. “Karena memang dibutuhkan, pesanan ambulans minta dipercepat juga. Maka kami juga bekerja keras ini,” ucapnya.

Baca Juga :  MUI Bakal Bahas Fatwa Vaksin Covid-19 hingga Politik Dinasti saat Munas pada 25-28 November 2020

Ari menjelaskan untuk merakit satu unit mobil ambulans dibutuhkan waktu antara dua pekan sampai 60 hari tergantung spesifikasi yang dipesan. Ada pemesan yang ingin memodifikasi mobil lama menjadi mobil ambulans. Tapi ada juga yang memesan mobil ambulans komplit.

Harga ambulans yang dirakit perusahaannya berkisar Rp290 juta hingga yang termahal Rp3 miliar. Perakitan dengan biaya Rp290 juta biasanya untuk mobil ambulans model APV atau Grandmax. Di dalamnya dipasang peralatan, seperti tabung oksigen, lemari, dan kebutuhan pasien lainnya.

Adapun mobil ambulans seharga Rp3 miliar memiliki spesifikasi lebih komplit, seperti peralatan kesehatan dengan spesifikasi lebih bagus dan impor dari Eropa. “Mobilnya juga besar, bahkan pernah ada bis,” tuturnya.

Ari juga menjelaskan perbedaan anmbulans biasa dengan ambulans khusus Covid-19, yakni ada alat isolator. Maka harga ambulans khusus Covid-19 berbeda alias lebih mahal.

Meski bengkelnya menerima banyak pesanan, Ari sangat berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. “Memang ada yang diuntungkan tapi banyak yang dirugikan. Semoga ambulans-ambulans ini bisa membantu menekan jumlah kasus Covid-19,” tukas Ari.

www.tempo.co