JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Buntut Modul PPKN SMP di Sragen Disusupi Soal Diduga Berbau Ajaran Komunisme, Ini 6 Poin Tuntutan dari Aliansi Masyarakat Sragen Anti Komunisme kepada Pemkab!

Aksi demo menuntut pengusutan buku modul LKS SMP yang diduga disusupi soal bermuatan ajaran komunisme di depan Pemkab Sragen. Foto/Wardoyo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aliansi Masyarakat Sragen Anti Komunis (AMSAK) menyampaikan enam tuntutan terkait beredarnya buku modul belajar atau LKS mata pelajaran PPKN SMP yang diduga bermuatan ajaran bernuansa komunisme.

Enam tuntutan itu dituangkan dalam pernyataan sikap yang dibacakan saat aksi demo di depan Pemkab Sragen, Kamis (17/9/2020). Ketua Amsak, Abu Umar membacakan tuntutan saat orasi berlangsung.

Dalam pernyataan sikapnya, ia menyampaikan brdasarkan Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara no XXV/MPRS/1966 yang salah satunya mengatur tentang pelarangan penyebaran ideologi komunisme (PKI) , berdasarkan hasil kajian Amsak fentang LKS PKN kelas VII & IX SMP yang dimuatnya soal- soal tentang ideologi komunisme dan Trisila yang terdapat di LKS PKN SMP/MTS keļas VII hal 19 nomor 25 Dan kelas IX hal 13 nomor 22.
Ia menyampaikan ada enam tuntutan dan pernyataan sikap. Tuntutan itu yang pertama meminta kepada Pemerintah Kabupaten Sragen dalam hal ini Dinas Pendidikan untuk mencabut dan menarik peredaran LKS tersebut.

“Kedua meminta kepada Pemerintah dalam hal ini Kepala Dinas Pendidikan untuk mengusut tuntan dalang dibalik penulisan naskah soal tersebut,” paparnya.

Baca Juga :  Innalillahi, Kepala Sekolah Asal Gondang Sragen Meninggal Dunia Kecelakaan Maut Digasak Truk di Jalan Gondang-Winong. Awalnya Disenggol Pikap, Motornya Ringsek Terlindas

Tuntutan ketiga menuntut Kepada Kepala Dinas Pendidikan dalam hal ini MGMP Mata pelajaran PKN SMP/MTS untuk segera menyampaikan permohonan maaf dan klarifıkasi
secara terbuka kepada masyarakat tentang dimuatnya paham PKI yaitu ekasila dan trisila.

Keempat, meminta kepada TNI dan POLRI untuk melakukan penyelidikan khusus kepada penulis soal tersebut.

Kelima, meminta kepada Pemerintah Kab Sragen agar melindungi anak anak kami dari paham paham komunis, karena dilingkungan Dinas Pendidikan terindikasi ada oknum yang ingin menyebarkan paham komunis lewat pendidikan.

“Keenam menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat Sragen,ormas ormas Sragen untuk bersatu padu melawan bangkitnya komunisme gaya baru di lingkungan kabupaten Sragen.Karena sejarah mencatat PKI melakukan pemeberontakan dua kali di negara tercinta ini,” tutur Abu Amar.

Selesai membacakan pernyataan sikap, perwakilan Amsak kemudian diterima beraudiensi dengan dipimpin Wabup, Kepala Kesbanhpolinmas dan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan.

Sebelumnya, puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sragen Anti Komunis (Amsak) itu  menggelar aksi demo di depan kantor Pemkab.

Baca Juga :  Sempat Terguling Hebat, Begini Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Sragen Tewaskan Ketua DPC Gerindra dan Wakil Ketua DPRD Pekalongan. Mobil Awalnya Gasak Pembatas Lalu..

Mereka memprotes beredarnya modul belajar atau buku Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk siswa SMP yang berisi materi soal yang dinilai bernuansa ajaran komunisme. Pihak dinas dan Pemkab pun didesak segera mengusut tuntas munculnya soal bernuansa komunisme dan guru pembuatnya.

Aksi demo dipimpin oleh Mala Kunaefi, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Sragen dan Ketua Asmak, Abu Umar. Tak hanya tokoh Islam, sebagian massa yang berdemo juga diketahui masih berusia pelajar.

Massa yang memenuhi depan pintu gerbang Pemkab itu berdemo sambil membentangkan sejumlah spanduk berisi tuntutan mereka.

Di antaranya “Jangan Rusak Akidah Kami dengan Paham Komunis”, “Usut Tuntas Pembuat LKS yang Bermuatan Paham Komunis”, “Siswa Aset Bangsa Lindungi dari Paham Komunis”.

“Kami minta dinas dan Pemkab segera mengusut siapa guru yang membuat soal itu. Anak-anak Sragen jangan dididik paham komunis. Ribuan pesan WA masuk ke kami dan mendesak agar ini segera diusut tuntas. Jangan biarkan pendidikan disusupi paham komunis,” papar Ustad Mala Kunaefi saat menyampaikan orasinya. Wardoyo