JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Curhat Sukiman Usai Gagal Daftar ke Pilkada Sragen. Ungkap Perjuangan 10 Hari Rela Bertahan di Jakarta Demi Kejar Rekom, Ternyata Semua Ikhtiar Berakhir Sia-Sia

Kandidat cabup Sukiman didampingi tim suksesnya saat memberikan keterangan pers usai gagal mendaftar ke KPU dan berkontestasi di Pilkada Sragen, Senin (14/9/2020). Foto/Wardoyo
Kandidat cabup Sukiman didampingi tim suksesnya saat memberikan keterangan pers usai gagal mendaftar ke KPU dan berkontestasi di Pilkada Sragen, Senin (14/9/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Manusia boleh berusaha namun segalanya Yang Kuasa lah penentunya. Itulah ungkapan yang pas menggambarkan perjuangan bakal calon bupati (Cabup) Sragen, Sukiman.

Sempat menggebu-gebu di awal, mimpinya untuk berkontestasi di Pilkada Sragen 2020, harus sirna oleh drama politik di detik akhir.

Meski sudah mengantongi rekomendasi dari Partai Gerindra, kegagalannya meraih rekomendasi dari partai keadilan sejahtera (PKS) hingga batas akhir perpanjangan pendaftaran 13 September lalu, akhirnya membuyarkan segalanya.

Meski demikian, Sukiman tetap berusaha tegar. Di hadapan ratusan kader dan simpatisan yang memadati rumahnya di Mojokerto RT 13/5, Desa Mojokerto, Kedawung, Sragen Senin (14/9/2020) siang, pria yang dikenal sebagai pengusaha sukses di Bandung itu menyampaikan permintaan maafnya tak bisa memenuhi ekspetasi untuk maju ke Pilkada.

Advertisement

“Sebenarnya saya sangat berharap kehadiran kami bisa masuk Pilkada, tapi apa boleh dikata karena memang perjalanan ini tidak mudah. Jalan terjal sudah kita lalui dengan tekun dan sebenar- benarnya, tapi Allah memang belum mengendaki untuk tahun ini,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  PTSL Desa Kecik Sragen Diduga Jadi Ajang Pungli. Berdalih Diproses Reguler, Puluhan Warga Ditarik Tambahan Biaya Rp 2,5 Hingga Rp 3 Juta

Sukiman kemudian mengatakan dari proses yang ia jalani, ia mengucapkan banyak terimakasih yang sebesar-besarnya terutama kepada DPP Gerindra. Sebab partai itu telah secara konsisten mendukung Sukiman-Iriyanto untuk maju di Pilkada Sragen 2020.

Hanya saja, ia agak menyayangkan terbitnya rekomendasi dari Gerindra yang agak lama karena tertahan di DPD Gerindra Jateng.

Di mana rekomendasi baru diberikan mepet dengan waktu pendaftaran paslon ke KPU yakni sehari menjelang pembukaan pendaftaran atau tanggal 3 September 2020 lalu.

Kondisi itu akhirnya berimbas pada perjuangannya meraih rekomendasi dari PKS yang diharapkan jadi partai koalisi untuk mendaftar ke KPU.

Baca Juga :  Kebakaran di Klandungan Sragen, Rumah Bapak Anak Dilalap Kobaran Api. Warga Berhamburan Bantu Pemadaman

Dengan mepetnya waktu rekomendasi, akhirnya PKS menjadi sedikit ragu untuk memberikan support kepada dirinya.

“Permintaan Gerindra untuk memberikan surat kepastian mengusung kami diterbitkan pada tanggal 25 Agustus dan langsung diberikan kepada DPP. Tapi ternyata tidak difollow up oleh DPW Gerindra. Jadi kami sowan ke sana dan masih dipersulit tepatnya satu hari jelang pendaftaran jam 17.00 WIB sore itu baru diberikan,” urainya.

Sukiman kemudian menceritakan usai memegang surat kepastian rekomendasi dari Gerindra itu, dirinya langsung bergegas membawa rekom kepada PKS. Surat itu ia bawa ke rumah Ketua DPD PKS Sragen, Idris Burhanudin.

Menurutnya, saat itu, yang bersangkutan sudah sangat yakin bahwa 1x 24 jam rekom terbit, maka PKS memberikan Rekom pada Sukiman-Iriyanto.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua