JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Dua Pertiga Pengurus Wilayah dan Cabang Setuju, PBNU Putuskan Muktamar Ke-34 Diundur hingga Akhir Tahun 2021

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj saat rapat pleno dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Azhar Citangkolo, Banjar, Jawa Barat, 27 Februari 2019. Foto: TEMPO.CO
madu borneo
madu borneo
madu borneo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Pelaksanaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) dipastikan diundur hingga akhir tahun 2021. Hal tersebut dikarenakan kondisi pandemi Covid-19 yang belum mereda.

Kabar penundaan agenda Muktamar tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj dalam konferensi besar NU yang dilaksanakan secara daring, Rabu (23/9/2020).

“Insya Allah akhir tahun depan,” kata Said Aqil mengenai kepastian pelaksanaan Muktamar ke-34 NU.

Baca Juga :  Dicopot Dari Posisi Dirjen, Achmad Yurianto Kini Jadi Staf Ahli Menkes

Muktamar semula dijadwalkan digelar pada 22-27 Oktober 2020 mendatang di Lampung. Namun, karena ada pandemi Covid-19, Said Aqil mengatakan, sejumlah pengurus wilayah dan cabang NU telah mengirimkan surat meminta agar menunda pelaksanaan Muktamar.

“34 PWNU dan 380 PCNU, artinya lebih dari dua pertiga telah kirim surat persetujuan pengunduran pelaksanaan Muktamar,” kata Said Aqil Siradj.

Menurut Said Aqil, yang menjadi landasan untuk mengundurkan pelaksanaan Muktamar ke-34 adalah masalah keselamatan jiwa. Ia menegaskan tidak ada kepentingan apapun dalam menyetujui usulan tersebut.

Baca Juga :  Tetapkan UMP Tahun 2021, Ridwan Kamil Tunggu Kesepakatan Dewan Pengupahan

“Tidak ada kepentingan saya menikmati periode ini tambah satu tahun. Sedikitpun tidak ada, tidak terlintas di benak saya,” ujarnya.

Selain itu, Said Aqil menilai, kurva kasus Covid-19 belum melandai. Bahkan, jumlah kasusnya semakin bertambah. Ia pun meminta para pengurus tetap aktif menjalankan kerja organisasi di bidang dakwah, sosial, dan kemasyarakatan dengan kewaspadaan dan hati-hati.

www.tempo.co