JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Ide Rahasia Program Kreatif Pengolahan Kulit Kerang di Demak

Cangkang kerang yang biasanya dibuang, oleh warga di Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak diolah menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi. Istimewa
madu borneo
madu borneo
madu borneo

DEMAK, JOGLOSEMARNEWS.COM — Kulit kerang (cangkang) dapat dimanfaatkan sebagai kerajinan. Dalam prosesnya, kulit kerang tersebut perlu diolah terlebih dahulu. Pengolahan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kotoran, bau dan menghilangkan lapisan kulit luar agar supaya lapisan kulit mutiara (kulit dalam) bisa nampak.

Saat ini di Kabupaten Demak, dimbah seringkali dijauhi orang karena identik dengan kotor, tidak berguna, dan citra negatif lainnya. Namun tidak demikian dengan Rois Ul Umam, warga Desa Bungo, Kecamatan Wedung.

Dia mengubah limbah menjadi rupiah. Cangkang kerang yang biasanya dibuang, diolah menjadi produk kerajinan bernilai jual tinggi. Rois, yang merupakan anggota Karang Taruna Desa Bungo menyampaikan, sudah hampir dua tahun dia menekuni usaha kerajinan tersebut bersama rekan-rekannya. Kerajinan yang dibuatnya beraneka ragam, mulai gantungan kunci, pigura, hiasan lampu, kotak tisu, dan aksesoris lainnya.

Baca Juga :  Kabupaten Semarang Prioritaskan Anggaran untuk Tempat Ibadah dan Keagamaan

“Proses pembuatannya sekitar satu hari, tergantung tingkat kesulitannya, kadang tiga hari juga jadi. Karena kita ada dua orang karyawan, kadang saya juga bantu ngelem atau motong. Jadi sama-sama saling bantu,” ujar Rois, saat ditemui kemarin.

Ditambahkan, dalam sekali produksi, pihaknya bisa menghasilkan 20 barang kerajinan. Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 5 ribu sampai Rp 1 jutaan.

Baca Juga :  Menuju Zona Hijau Covid-19, Legislator Dorong Pemkot Semarang Gencarkan Uji Swab dan Rapid Test Massal

“Hasil kerajinan ini kami jual dengan dititipkan ke tempat-tempat wisata pantai, seperti di Pantai Istambul, hingga pantai di Kota Jepara. Selain itu, hasil kerajinan juga dijual secara online. Hingga saat ini penjualan kita sudah sampai ke berbagai kota di Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Lampung,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kualitas produknya, Rois berinisiatif mengajukan untuk mendapatkan pelatihan ke Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM (Dindagkop UKM) Kabupaten Demak. Kahlil|Satria Utama