JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Info Potensi Tsunami 20 Meter di Laut Selatan, BMKG Minta Jangan Heboh

Ilustrasi ombak besar (tsunami)
madu borneo
madu borneo
madu borneo

BANDUNG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Hasil riset terbaru mengenai potensi tsunami setinggi 20 meter di laut selatan Jawa diharapkan tidak memicu kehebohan di tengah masyarakat. namun sebaliknya, diharapkan dapat mendorong semua pihak untuk memperhatikan mitigasi.

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono menyatakan itu dalam keterangan tertulis yang dibagikannya, Jumat (26/9/2020). Menurutnya, perlu upaya serius dari berbagai pihBMKG ak untuk mendukung dan memperkuat penerapan infrastruktur yang aman.

“Masyarakat juga diharapkan terus meningkatkan kemampuannya dalam memahami cara selamat saat terjadi gempa dan tsunami,” ujarnya.

Baca Juga :  Aksi Unjuk Rasa Tolak UU Cipta Kerja Kembali Digelar, Polisi Amankan 33 Anarko

Daryono mengigatkan kalau hasil riset terbaru mengenai gempa tsunamigenik dari selatan Jawa itu memberikan model skenario atau gambaran terburuk. Itu bisa dijadikan acuan dalam upaya mitigasi guna mengurangi risiko bencana tapi juga sebaliknya memicu keresahan akibat salah pengertian.

Masyarakat dinilainya lebih tertarik membahas kemungkinan dampak buruknya daripada pesan mitigasi yang harus dilakukan. “Masyarakat awam pun menduga seolah dalam waktu dekat di selatan Pulau Jawa akan terjadi gempa dahsyat, padahal tidak demikian,” katanya lagi.

Dia menerangkan, meskipun kajian ilmiah mampu menentukan potensi magnitudo maksimum gempa megathrust dan skenario terburuk, tetapi hingga saat ini teknologi belum mampu memprediksi dengan tepat dan akurat kapan dan di mana gempa akan terjadi.

Baca Juga :  Luhut: Setelah Pandemi, Beberapa Investor Mulai Alihkan Perhatian dari Cina ke Indonesia

Dalam ketidakpastian kapan terjadinya, ujar Daryono, yang perlu dilakukan adalah upaya mitigasi. “Dengan menyiapkan langkah-langkah konkret untuk meminimalkan risiko kerugian sosial ekonomi dan korban jiwa.”

Caranya beragam seperti meningkatkan kegiatan sosialisasi mitigasi, latihan evakuasi, menata dan memasang rambu evakuasi, menyiapkan tempat evakuasi sementara, membuat bangunan rumah tahan gempa. Selain itu ada upaya menata ruang pantai berbasis risiko tsunami, serta meningkatkan performa sistem peringatan dini tsunami.

www.tempo.co