JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Buruk, Sragen Resmi Masuk Zona Merah Covid-19. Bupati Sebut 20 Kecamatan Juga Sudah Merah, Masyarakat Diminta Tak Lagi Abai!

Grafik sebaran covid-19 Sragen, Jumat (4/9/2020) yang mulai merata di 20 kecamatan setelah adanya ledakan 51 kasus positif baru. Foto/Wardoyo
Grafik sebaran covid-19 Sragen, Jumat (4/9/2020) yang mulai merata di 20 kecamatan setelah adanya ledakan 51 kasus positif baru. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menyampaikan status Kabupaten Sragen sudah masuk zona merah corona virus atau covid-19.

Lonjakan kasus positif cukup tinggi dalam beberapa pekan dan hari terakhir, menjadi parameter yang membuat Sragen kini sudah berubah jadi zona merah.

Tak hanya kabupaten, bahkan semua kecamatan atau 20 kecamatan yang ada di Bumi Sukowati, kini juga sudah berubah dari oranye ke merah.

“Dampaknya, Sragen zona merah. Semua kecamatan juga sudah merah. Tidak ada lagi yang oranye. Hijau juga nggak ada. Sekarang sudah merah semua,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM di Dayu Park, Minggu (6/9/2020).

Yuni menjelaskan status zona merah itu didasarkan realita lonjakan kasus dalam beberapa hari. Kemudian ada 15 item atau indikator lain yang merujuk pada penambahan kasus dalam jumlah signifikan.

Baca Juga :  COVID-19 Sukoharjo, Terkini Pasien Meninggal Tambah 4 Menjadi 28 Orang, Jumlah Kasus Terkonfirmasi Positif Bertambah 12 di Angka 578

Hal itu juga terjadi di Sragen. Di mana dalam beberapa waktu terakhir, angka covid-19 menunjukkan lesatan cukup tinggi.

Bahkan dalam tiga hari terakhir, angka penambahan meroket sebanyak 97 kasus. Rinciannya, Jumat (4/9/2020) sebanyak 51 kasus, Sabtu (5/9/2020) naik 40 kasus dan Minggu (6/9/2020) tambah lagi 6 kasus.

Sedangkan total kasus hingga hari ini sudah mencapai 338 kasus dengan 18 meninggal dunia.

Dari kasus yang ada, Bupati menyebut klaster tenaga kesehatan atau nakes menjadi paling dominan. Kemudian klaster-klaster lain dan pelaku perjalanan juga ada.

“Tapi yang paling dominan dari nakes,” tukasnya.

Terkait tingginya jumlah pasien positif dari kalangan Nakes, bupati menyebut hal itu tak lepas dari risiko yang mereka hadapi dengan lingkungan kerjanya. Selain itu, intensifnya tes swab yang dilakukan juga membuat peluang penambahan positif semakin tinggi.

Baca Juga :  Kesalahannya Fatal, 12 Peserta Ujian SKB Seleksi CPNS Sragen Dipastikan Langsung Gagal. Satu Peserta Positif Covid-19 Ujian tanggal 28 September, 73 Orang Ujian di Luar Sragen

“Di RSUD Sragen itu ada 400 nakes. Tiap hari ada 100 orang yang diswab. Ya sudah, hitung saja sendiri, kalau hasilya bertahap akan keluar otomatis hasilnya yang positif akan nambah terus dan terus. Karena Sragen termasuk daerah di Jateng sebagai daerah yang rajin sesuai perintah Pak Presiden untuk melakukan swab tiap hari,” tandasnya.

Atas kondisi itu, Bupati kembali menegaskan dan meminta masyarakat untuk menaati protokol kesehatan. Yakni dengan cuci tangan, pakai masker dan menjaga jarak. Karena realita di lapangan, masih banyak masyarakat yang abai menerapkan hal itu.

“Sekali lagi, kami mohon masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan utamanya jaga jarak dan pakai masker,” tandasnya. Wardoyo