JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Kasus Pembajakan Whatsapp Anggota DPRD Solo, Polisi Selidiki Kemungkinan Satu Jaringan dengan Kasus Bupati Karanganyar

Ilustrasi aplikasi WhatsApp. Pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Sat Reskrim Polresta Surakarta terus menyelidiki kasus pembajakan akun whatsapp anggota DPRD Solo Siti Muslikah.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan, Siti Muslikah sudah membuat laporan secara resmi ke pihak kepolisian.

“Saat ini terus kami lakukan penyelidikan lebih lanjut. Kasus itu biasanya saat masa transisi kapolres. Saat-saat rawan itu, biasanya ngaku-ngaku,” kata Ade Safri, Jumat (11/09/2020).

Kasus itu sendiri juga bersamaan dengan akun whatsapp Bupati Karanganyar Juliyatmono. Disinggung kemungkinan satu jaringan, Ade Safri belum bisa memastikan.

“Masih kita dalami apakah satu rangkaian dan komplotan. Nanti kita rilis lagi ya,” ujar dia.

Baca Juga :  Laju Pertambahan Kasus Covid-19 di Solo Belum Tunjukkan Tanda Berhenti, Total 564 Kasus

Seperti diberitakan sebelumnya, Siti Muslikah menceritakan, kejadian itu bermula Sabtu malam pekan lalu saat dirinya sedang mengendarai mobil. Lalu di tengah jalan, dirinya mendapat whatsapp dari salah satu dosen yang ternyata juga dibajak yang meminta mengirim ulang sms yang dikirim.

“Karena saya buru-buru dan tidak fokus, akhirnya sms itu saya screenshoot dan saya kirimkan. Ternyata itu sms berisi nomor OTP. Aplikasi whatsapp dosen saya ternyata juga sudah dibajak,” kata Siti.

Setelah whatsappnya ‘diambil alih’ seseorang, drama pun disebut Siti dimulai. Dirinya ditelepon beberapa orang menanyakan soal dirinya yang meminjam sejumlah uang melalui whatsapp.

Baca Juga :  3 Pelaku Penyerangan di Mertodanan Solo Buron, Kapolda Jateng: Kita akan Terus Kejar dan Tuntaskan

Hal itu diketahuinya saat salah seorang staf DPRD Surakarta menelpon dirinya di tengah rapat guna menanyakan mengenai permintaan uang. Mayoritas kontak yang dihubungi meminta pinjaman uang Rp 3 juta.

“Malam harinya baru sadar jika whatsapp saya dihack seseorang. Saya pencet-pencet-pencet dan coba masuk tidak bisa,” paparnya.

“Ada dua orang yang lolos dan mentransfer sejumlah uang. Sementata yang lain banyak konfirmasi dulu ke saya sehingga tidak sempat kirim uang,” tambah anggota DPRD Surakarta dari Dapil II Laweyan tersebut. Prabowo