BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus kematian seorang pelajar di Bantul membuka tabir dugaan kekerasan brutal yang dilakukan secara berkelompok. Peristiwa ini tak sekadar kriminal biasa, tetapi menyisakan tanda tanya besar soal keamanan remaja dan potensi aksi kekerasan yang terorganisir.
Korban berinisial IDS (16), warga Kalurahan Triharjo, Kapanewon Pandak, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan di kawasan Lapangan Gadung Mlaten. Peristiwa memilukan itu bermula dari kedatangan sejumlah orang yang menjemput korban dari rumahnya pada Selasa (14/4/2026) malam.
Ayah korban, Sugeng Riyanto (53), mengungkapkan bahwa sebelum kejadian, anaknya masih berada di rumah dan bermain bersama keluarga.
“Awalnya, Selasa (14/4) kira-kira jam 21.00 WIB itu, anak saya masih di rumah. Itu dia masih bermain sama keponakannya. Sekitar jam 21.30 WIB, saya posisi sudah tidur karena,” ujarnya saat ditemui wartawan, Senin (20/4/2026).
Tak lama setelah itu, korban dijemput oleh seorang temannya yang datang menggunakan sepeda motor. Kehadiran orang tersebut diketahui oleh tetangga sekitar. Tidak berselang lama, dua orang lain juga datang dan membawa korban pergi.
Sugeng menyebut, korban kemudian dibawa menuju wilayah belakang salah satu SMA di Kapanewon Bambanglipuro sebelum akhirnya diarahkan ke Lapangan Gadung Mlaten. Di lokasi tersebut, korban diduga sudah ditunggu oleh sekelompok orang.
“Setelah sampai di situ, ternyata sudah ditunggu banyak orang. Sekitar hampir 10 orang di situ,” katanya.
Di hadapan kelompok itu, korban sempat diminta duduk dan diinterogasi terkait dugaan keterlibatan dalam suatu geng. Namun, meski telah menjawab tidak, kekerasan tetap terjadi.
“Anak saya itu cuma disuruh duduk dan ditanya apa ikut geng tertentu, dia jawab tidak,” lanjut Sugeng.
Menurut pengakuan ayahnya, korban kemudian mengalami penganiayaan menggunakan berbagai benda, mulai dari selang hingga benda keras lainnya. Bahkan, tindakan kekerasan disebut berlangsung sangat brutal.
“Pada akhirnya, ketika sudah tidak sadar. Anak saya mau dipotong telinganya. Kebetulan, gunting itu disahut sama teman anak saya yang tadi buntutin,” urainya.
Setelah korban tak sadarkan diri, para pelaku meninggalkan lokasi. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Saras Adyatma oleh rekannya. Namun karena kondisi tak kunjung membaik, korban dipindahkan ke RS PKU Yogyakarta.
Selama menjalani perawatan, korban tidak pernah kembali sadar hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (19/4/2026) pukul 21.30 WIB.
“Itu (kondisi korban) bengkak pada kepala, sehingga dia tidak sadarkan diri sampai meninggal belum pernah sadar. Sebentarpun belum (pernah sadar) sampai akhirnya meninggal,” ucap Sugeng.
Pihak keluarga pun berharap aparat penegak hukum dapat segera menuntaskan kasus ini. Sugeng menegaskan, tidak ada orang tua yang bisa menerima perlakuan seperti itu terhadap anaknya.
“Mana ada orang tua yang ikhlas seperti itu. Kalau benar-benar takdir Allah, ya insyaallah semua bisa dikembalikan dengan iklas. Akan tetapi, ini dianiaya bahkan melebihi Partai Komunis Indonesia,” ucapnya.
Sementara itu, Kepolisian Resor Bantul telah mengambil langkah awal dengan mengamankan dua orang terduga pelaku. Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menyebut keduanya kini telah ditahan.
“Dua pelaku yang merupakan pelajar tersebut sudah dilakukan penahanan di Polres Bantul,” katanya.
Kedua pelaku masing-masing berinisial BLP alias BR (18) dan YP alias B (21). Polisi juga masih melakukan pengejaran terhadap lima orang lainnya yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
“Lima DPO ini diketahui identitasnya berdasarkan keterangan dari dua pelaku yang telah diamankan,” ujar Rita.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik aksi kekerasan tersebut. Masyarakat pun diminta turut mendukung proses penegakan hukum agar kasus ini dapat diungkap secara menyeluruh.
“Kami mohon doa dan dukungan dari masyarakat agar kasus ini dapat segera diselesaikan dengan sebaik-baiknya,” tutupnya. [*] Disarikan dari sumber berita media daring
Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.














