JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Kepala Dinas PMPTSP Sukoharjo Positif COVID-19, Gedung Menara Wijaya Akhirnya Tidak Dilockdown

Ilustrasi vaksin Covid-19. Pixabay

 

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gugus tugas percepatan penanganan COVID-19 Sukoharjo menyebutkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Satu Pintu (PMPTSP) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo terkonfirmasi positif COVID-19.

Abdul Haris merupakan satu di antara kontak erat Pj Sekda Widodo yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19. Total ada 35 kontak erat dari Pj Sekda.

Dari 35 kontak erat itu dua di antaranya positif. Yakni Abdul Haris dan salah satu kerabatnya. Lantaran Abdul Haris tidak berkantor di gedung Menara Wijaya, gedung tersebut tidak akan di lockdown.

Baca Juga :  Bikin Deg-degan, Hasil Pengundian Akhirnya Paslon EA Memperoleh Nomor Urut 1 Sedangkan Joswi Dapatkan Nomor Urut 2, Resmi Terpasang di APK 26 September Mulai Kampanye

“Yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri karena tidak mengalami gejala. Menjalani isolasi mandiri sudah sejak pak Pj dinyatakan positif,” ujar Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Rabu (9/9/2020).

Fakta lainnya, terang dia, pejabat dan staf Gedung Menara Wijaya, hasilnya negatif. Mereka secara otomatis bisa beraktivitas seperti biasa. Dengan demikian gedung Menara Wijaya, tidak ditutup.

Informasi yang dihimpun dari akun resmi instagram Dinas Kesehatan Sukoharjo, Rabu (9/9/2020), secara akumulatif kasus positif COVID-19 mendekati angka 500. Tepatnya adalah 490.

Angka ini merupakan penambahan kasus lama dan kasus baru.
Pada hari sebelumnya kasus lama adalah 483. Sedangkan kasus baru ada tujuh orang.

Baca Juga :  Bupati Yuni Umumkan Sragen Turun Jadi Zona Oranye Covid-19. Tegaskan Hajatan Tidak Dilarang, Soal Izin Keramaian Kewenangan Polres!

Ratusan kasus positif ini terperinci lagu menjadi beberapa kategori. Meliputi pasien yang dinyatakan meninggal ada 16 orang. Pasien sembuh total mencapai 372, alias tidak bertambah dibandingkan hari sebelumnya.

Untuk pasien yang dirawat di rumah sakit kini ada di angka 34. Sejumlah 52 orang menjalani isolasi mandiri dan 15 orang isolasi di rumah sehat. Suspek ada 861 dan kontak erat 2002. Aria