JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Klaster Ulang Tahun Kembali Sumbang Tambahan Kasus Positif Covid-19 di Solo, Total Kasus 611

Ilustrasi kenaikan covid-19. pixabay
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Klaster ulang tahun memberikan sumbangan pada tambahan kasus baru covid-19 di Solo pada Rabu (23/9/2020). Klaster yang muncul di Kelurahan Jayengan tersebut muncul setelah hasil uji swab dua kontak erat dan dekat diketahui juga positif Covid-19. Keduanya tercatat menjadi pasien positif Covid-19 ke-610 dan 611 Kota Solo.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, hasil swab keduanya tidak keluar bersamaan meski pengambilan spesimen di hari yang sama. Keduanya diketahui merupakan rekan kerja dan keluarga.

“Setelah kemarin dua anak pasien hasil swab positif, ternyata ada anggota keluarga lainnya yang hasilnya positif. Terjadi hal sama dengan salah satu rekan kerjanya juga. Keduanya kita notifikasi Rabu (23/9/2020),” terangnya.

Baca Juga :  Nekat Mangkal, 8 PSK di Banjarsari Dikukut Polisi, Rata-rata Berasal dari Daerah Ini!

Ning menambahkan, klaster ulang tahun tersebut berawal saat salah satu warga Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan menggelar pesta ulang tahun eberapa waktu. Kemudian salah satu kerabat yang hadir dalam pesta tersebut dirawat di rumah sakit dan hasil swab ternyata positif.

“Setelah tahu ada satu anggota keluarganya positif, yang di Kelurahan Jayengan melakukan uji swab mandiri dan ternyata hasilnya positif. Kami yang mendapat notifikasi pun langsung tracing kontak dekat dan eratnya ternyata dua anaknya juga positif. Ternyata benang merahnya mereka sama-sama menghadiri acara ulang tahun tersebut,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Belum Turun, Pemkot Solo Izinkan Orangtua Ajak Anak di Atas 5 Tahun Ngemal

Sementara itu, dengan penambahan dua orang tersebut, maka jumlah kumulatif pasien positif Covid-19 di Kota Solo menjadi 611 orang. Dengan rincian 67 orang isolasi mandiri, 40 orang rawat inap, 478 orang sembuh dan 26 meninggal dunia. Sedangkan, kumulatif pasien suspek mencapai 1.169 orang, dengan rincian 1.091 orang discard, 21 orang dirawat inap, satu orang isolasi mandiri dan 56 suspek meninggal dunia. Prihatsari