JOGLOSEMARNEWS.COM Sport

Mantan Pelatih Timnas Indonesia Alfred Riedl Meninggal Dunia karena Penyakit Kanker

Pelatih sepakbola asal Austria, Alfred Riedl. Foto: Instagram/@sportaustria

AUSTRIA, JOGLOSEMARNEWS.COM Mantan pelatih tim sepakbola nasional Indonesia, Alfred Riedl meninggal dunia. Pelatih asal Austria yang pernah tiga kali menangani skuad Garuda itu meninggal karena penyakit kanker.

Menurut media Austria, Kurier, Alfred Riedl menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (7/9/2020) waktu setempat, atau Selasa (8/9/2020) dini hari WIB. Riedl meninggal di usia 70 tahun.

“Sepak bola Austria sedang berduka. Alfred Riedl meninggal karena kanker pada Senin malam. Mantan bos tim Austria itu dirawat dengan penuh kasih oleh istrinya Jola hingga akhir. Riedl berusia 70 tahun,” demikian ditulis Kurier, seperti dikutip Tempo.co, Selasa (8/9/2020).

Baca Juga :  Link Live Streaming Timnas U-19 vs Dinamo Zagreb, Jadi Ujian Terakhir Skuat Garuda Muda di Kroasia

Rield telah berkali-kali berjuang untuk kesehatannya. Bahkan, 13 tahun lalu, dia mendapatkan donasi ginjal dari salah satu penggemarnya di Vietnam.

Pelatih asal Austria ini tercatat pernah melatih timnas di tujuh negara, termasuk Austria, Vietnam, dan Laos. Selain itu, dia juga pernah menangani beberapa klub, seperti El Zamalek, Hai Phong, hingga PSM Makassar.

Saat masih menjadi pemain, Riedl berposisi sebagai penyerang. Ia bahkan tercatat empat kali bermain untuk negaranya.

Baca Juga :  Gol Tunggal Witan ke Gawang Dinamo Zagreb Bawa Timnas U-19 Raih Kemenangan di Uji Coba Terakhir, Shin Tae-yong: Permainan Makin Stabil

Nama Alfred Riedl menjadi populer di panggung sepak bola Indonesia setelah menangani skuad Garuda dalam tiga kesempatan berbeda, yakni selama periode tahun 2010 – 2011, tahun 2013 – 2014, dan tahun 2016 – 2017. Dia berhasil membawa Indonesia lolos ke final Piala AFF 2010 dan 2016, tetapi gagal menyabet juara.

Tahun lalu, Alfred Riedl nyaris menangani klub Liga 1 2019-2020, Persebaya Surabaya. Namun batal karena alasan kesehatan. Ketika itu, asistennya, Wolfgang Pikal yang kemudian menjadi pelatih Persebaya tetapi hanya sebentar.

www.tempo.co