JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mengaku Sempat Tersiksa, Keluarga Ketua RT di Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Akhirnya Bisa Bernafas Lega Usai Hasil Tes Swab Negatif. Langsung Siapkan Syukuran Setelah Operasi Patah Tulang Selesai

Petugas medis dari DKK saat melakukan swab tes keluarga pasien meninggal positif covid-19 asal Ngringo, Jaten, Karanganyar, Senin (21/9/2020). Foto/Beni
madu borneo
madu borneo
madu borneo

 

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menyusul hasil tes swab ketiga dinyatakan negatif oleh RSUD Moewardi Solo, keluarga GP, Ketua RT di Desa Buran,Tasikmadu, Karanganyar akhirnya bisa bernafas lega.

Bahkan pihak keluarga akan menggelar bancakan atau tasyakuran sederhana sebagai wujud rasa sukur lolos dari virus ganas tersebut.

Andriyanto (48) salah satu keponakan keluarga korban yang mengurusi GP di rumah sakit, mengatakan pada prinsipnya keluarga sangat bahagia lepas dari kekangan virus tersebut.

Selain itu keluarga juga sudah tidak lagi mengisolasi diri dan ketakutan seperti saat sebelum hasil swab ketiga dilakukan.

Baca Juga :  Awas, Muncul Klaster Keluarga dan Perkantoran di Karanganyar. Jadi Paling Ganas dan Penyumbang Kasus Covid-19 Terbanyak Hingga Menempati Posisi 11 di Jawa Tengah

“Jujur saja selama ini keluarga sangat tersiksa dengan menyandang status pasien covid-19 berdasar hasil tes swab pertama yang dinyatakan positip covid-19,” paparnya, Kamis (24/9/2020).

Atas kondisi itu, ia mengatakan secepatnya keluarga akan menggelar bancakan di rumahnya sebagai bentuk rasa syukur.

“Sedianya bancakan tersebut akan dilakukan hari ini tapi karena GP sedang menjalani operasi patah tulang maka bancakan akan digelar secepatnya setelah rampung operasi patah tulang,” ungkapnya.

Diakui Andrianto bahwa beban sosial yang dialami keluarga sangat berat karena dipaksa harus mengkarantina mandiri.

Baca Juga :  Takut Jadi Klaster Baru Covid-19, Pembagian Raskin Desa Pendem Mojogedang Dialihkan Sementara ke Rumah Warga. Balai Desa Juga Disemprot Total Buntut Ada Istri Perangkat Desa Terpapar Corona

Belum lagi pengawasan Pemdes Buran dan Dinkes serta Puskesmas Tasikmadu membuat keluarga sempat minder.

Bahkan keluarga juga tidak nyaman bersosialisasi dengan warga karena saat GP dinyatakan positif covid-19 warga juga ketakutan.

“Saat itu serasa semua serba salah,” lanjutnya.

Sementara itu Kades Buran, Tasikmadu, Marsies Rahayu membenarkan adanya hasil test swab ketiga untuk GP adalah negatif.

“Ya Alhmadullilah warga tidak lagi ketakutan resah seperti saat GP dinyatakan positif Covid-19 berdasar test swab pertama,” ujarnya saat dihubungi JOGLOSEMARNEWS.COM . Beni Indra