JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mengupas Fenomena Paslon Yuni-Suroto di Pilkada Sragen dan Filosofi Valentino Rossi!

Sebuah mobil berbranding paslon Yuni-Suroto saat melaju di jalanan Saradan, Karangmalang untuk mengantar mendaftar ke KPU Sragen dengan latar helm bernomor 46 milik Valentino Rossi. Foto/Wardoyo
Sebuah mobil berbranding paslon Yuni-Suroto saat melaju di jalanan Saradan, Karangmalang untuk mengantar mendaftar ke KPU Sragen dengan latar helm bernomor 46 milik Valentino Rossi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pasangan bakal calon bupati, Kusdinar Untung Yuni Sukowati-Suroto telah resmi mendaftar ke KPU untuk maju ke Pilkada Sragen tahun 2020.

Bagi Yuni, sapaan akrab Kusdinar Untung Yuni Sukowati, kontestasi Pilkada ini adalah kali ketiga yang akan ia ikuti. Di Pilkada nanti, Yuni untuk kali pertama akan menyandang status petahana.

Kali ini, ia akan berpasangan dengan Ketua Fraksi PKB DPRD Sragen, Suroto. Politisi asal Gemolong yang kenyang pengalaman birokrasi dan politik itu dipilih sebagai representasi dari PKB yang memiliki 7 kursi di legislatif.

Sedangkan Yuni, diusung sebagai delegasi dari PDIP yang mengemas 13 kursi. Perpaduan keduanya dianggap menjadi duet klop yang akan saling mengisi.

Yuni pun terang-terangan mengatakan jika Suroto adalah pasangan yang diharapkannya bisa menjadi penyeimbang dan pelengkap apabila nanti dipercaya kembali memimpin Sragen.

Ia bahkan mengibaratkan duetnya dengan Suroto tidak jauh dari balapan motor di MotoGP. Yuni menandang dirinya sebagai sosok muda yang selalu ingin melaju cepat ibarat Valentino Rossi.

Baca Juga :  Tambah Lagi 2 Warga Positif, Jumlah Kasus Covid-19 Sragen Terus Meroket Jadi 469. Satu Orang Baru Pulang dari Boyolali, Satunya Tertular dari Sukodono, Total 65 Sudah Warga Meninggal Dunia
Bupati Yuni dan Suroto dengan pakaian batik Kliwonan Masaran yang akan dipilih untuk mendaftar ke KPU besok. Foto/Istimewa

Sedang Suroto sosok matang dengan pembawaan kalem yang diharapkan bisa menjadi rem pakem dan penyeimbang kecepatannya.

“Ada fenomena unik yang saya lihat. Tadi pagi pas terima hasil tes PCR, saya lihat hasil tes saya berkasnya tertulis Yuni lahir tanggal 23 Juni, usia 46 tahun. Mbah Suroto usia 64 tahun. Jadi ada angka identik 46 dan 64. Dan 46 itu angkanya Valentino Rossi,” ujar Yuni saat memberikan sambutan di hadapan partai koalisi belum lama ini.

Cabup yang berprofesi sebagai dokter itu pun menguraikan angka 46 yang identik nomor balapan Valentino Rossi seolah menggambarkan dirinya yang masih muda dengan kecepatan tinggi dalam mengemban roda pemerintahan.

“Kecepatan itu perlu didorong. Tapi kadang juga butuh direm. Nah, di sinilah Mbah Suroto yang sudah sepuh saya harap bisa mengingatkan ketika saya melaju terlalu kencang. Kadang perlu direm dan diingatkan juga,” tukasnya.

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

Yuni kemudian menyampaikan langkahnya mendaftar dengan diusung 6 parpol (meski akhirnya Demokrat gagal mengusung) ke Pilkada 2020 itu diharapkan menjadi batu lompatan pertama menuju kemenangan.

Menurutnya, dukungan 6 parpol adalah sesuatu yang luar biasa yang diharapkan menjadi modal berharga untuk memenangkan Pilkada yang dihelat 9 Desember nanti.

“Politik adalah seni, orang yang memutuskan berkecimpung ya harus siap. Mau ada lawan atau lawan kotak kosong semua adalah perjuangan. Dan perjuangan harus dimenangi, lalu menangnya pun harus mutlak,” ujarnya penuh semangat.

Di bagian akhir, ia menyampaikan dengan taglinr Gotong Royong Mbangun Sukowati, pasangan Yuni-Suroto siap untuk bersama-sama masyarakat Sragen membangun Bumi Sukowati. Ia menyadari tidak akan bisa membangun sendirian dan diperlukan dukungan semua elemen dan pihak untuk bersama-sama.

“Dan gotong-royong merupakan ciri bangsa kita yang harus diuri-uri,” tukasnya. Wardoyo