JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Pemkot Solo Cicil Perbaikan Lapangan Pendukung Piala Dunia U-20

Stadion Manahan yang akan dijadikan ajang Piala U-20. Foto: JSNews/Prabowo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mulai mencicil perbaikan lapangan pendukung Piala Dunia U-20 pekan ini. Sebanyak lima lapangan pendukung mukai diperabiki untuk mendukung event dunia tersebut.

Wali kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengatakan, perbaikan lapangan pendamping akan dilakukan secara bertahap dan diharapkan selesai dan dapat digunakan sesuai jadwal. Piala Dunia U-20 sendiri dijadwalkan pada 20 Mei sampai 12 Juni 2021.

“Mulai dicicil pekan ini. Pohon yang harus dipindah kita pindah, bangunan yang harus kita gempur, kita gempur dulu. Supaya nanti pelaksanaannya cepat,” paparnya, Selasa (22/9/2020).

Baca Juga :  Satpol PP Solo Terbitkan SOP Tanggap Bencana Covid-19 Bagi Linmas

Sementara itu, terdapat lima lapangan pendamping yang disiapkan Pemkot Solo sebagai venue latihan tim peserta Piala Dunia U-20. Kelima lapangan pendamping itu antara lain, Stadion Sriwedari, Lapangan Banyuanyar, Lapangan Karangasem, Lapangan Sriwaru, dan Lapangan Kottabarat.

“Mungkin akhir atau awal November sudah proses tanda tangan kontrak dan sudah mulai proses pengerjaan. Lapangan pendamping Piala Dunia U-20 harus sesuai standar FIFA. Sehingga rumput kelima lapangan pendamping akan diganti,” imbuh Rudy.

Selain perbaikan fisik lapangan, perbaikan juga akan dilakukan pada saluran drainase, kamar ganti pemain dan toilet juga akan diperbaiki sesuai dengan standar FIFA.

Baca Juga :  Pinjam Motor Pacar untuk Curi Celengan, Pria asal Pasar Kliwon Solo ini Langsung Diputus Kekasih dan Masuk Bui

“Semua anggaran perbaikan lapangan pendamping dari pusat,” tukas Rudy.

Di sisi lain, Pemkot tengah mencarikan lokasi pengganti bagi pedagang di shelter dan PKL di Manahan. Karena sesuai ketentuan radius satu kilometer dari lokasi venue kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia kategori junior itu harus steril.

“PKL nanti dicarikan tempat. Kalau sudah mulai pembangunan di sana harus sudah bersih. Awal tahun selter Manahan sudah bersih,” pungkas Rudy. Prihatsari