JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Sempat Menolak Dites, Kades Trombol Mondokan Sragen Malah Positif Terpapar Covid-19. Kini Diisolasi di Technopark, 5 Saudaranya Juga Positif Semua

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memberi sambutan di penyerahan insentif satgas relawan Covid-19 di hadapan perwakilan Kades dan Satgas Covid-19 desa. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Misteri klaster penyebaran covid-19 di Desa Trombol, Mondokan, Sragen akhirnya terkuak. Klaster itu ternyata berasal dari kerabat Kades setempat, SUG (51).

Sang Kades dinyatakan positif terpapar covid-19 bersama lima saudaranya. Klaster penularan itu diduga berasal dari orangtua mereka, berinisial SS (71) yang meninggal dunia di RSUD dr Moewardi Solo pada 14 September 2020 lalu.

Kabar Kades Trombol, Mondokan positif terpapar covid-19 itu dibenarkan Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Saat memberi sambutan dalam penyerahan simbolis bantuan insentif bagi relawan Satgas Covid-19 Senin (21/9/2020), ia menyampaikan bahwa Kades Trombol saat ini diisolasi mandiri di Technopark Sragen.

Sebelumnya, Kades berinisial SUG itu sempat menolak dilakukan swab test ketika orangtuanya yang barusaja meninggal dinyatakan positif covid-19.

“Saya kemarin di-WA Pak Lurah Trombol Mondokan. Di Technopark, beliau WA saya sambil kirim foto menu makan pagi. Di dalam dus ada nasi, buah, lauk dan sayur komplit. Kalimatnya selamat pagi Bu Bupati, mari sarapan. Saya jawab jenengan di situ nggak boleh stress ya. Dia jawab di situ masih bisa pingpong, habis salat bisa ngaji. Malam mancing dan bakar ikan. Ngono wingi arep dites mlayu, ndadak mubeng-mubeng ora gelem,” ujar bupati setengah berkelakar saat bicara di hadapan puluhan perwakilan Kades dan relawan Satgas Covid-19.

Baca Juga :  Pasien Suspek Terus Bertumbangan, 2 Warga asal Sragen Kulon dan Kacangan Sumberlawang Kembali Dilaporkan Meninggal. Jadi Kematian Suspek ke-52, Total Sudah 87 Warga Meninggal Dunia

Bupati kemudian menjelaskan bahwa apa yang menimpa Kades Trombol itu setidaknya bisa menjadi gambaran. Bahwa tidak perlu takut untuk tes ketika sudah pernah melakukan kontak erat dengan pasien positif covid-19.

Kemudian covid-19 tidak untuk dikucilkan orangnya, akan tetapi yang perlu dijauhi adalah virusnya.

Caranya, yakni dengan menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, hindari kerumunan dan lainnya.

Ia juga menegaskan bahwa pasien covid-19 bisa disembuhkan. Sehingga tidak ada alasan untuk takut berlebihan kemudian menjauhi apalagi sampai mengucilkan dari lingkungan.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto membenarkan jika Kades Trombol positif terpapar covid-19. Ia saat ini sudah diisolasi mandiri di Technopark Sragen.

Baca Juga :  Nunggu CPNS, Hartono asal Jenar Ketiban Berkah Raih Juara I Lomba Desain Masker Yuni-Suroto. Jingle Ciptaan Warga Sukodono Raih Juara Pertama

“Iya benar, saat ini yang bersangkutan sudah diisolasi mandiri di Technopark. Pak Kades positif dari hasil tracing atau kontak erat dengan pasien positif sebelumnya,” terangnya.

Sebelumnya, dari data yang dirilis Gugus Tugas, Kades Trombol positif terpapar covid-19 dari hasil swab yang keluar pada Kamis (17/9/2020). Ia dinyatakan positif bersama lima orang kerabatnya yang saat ini semuanya sudah diisolasi di Technopark juga.

“Iya benar. Pak Kades dijemput ambulans pada Kamis malam Jumat kemarin. Ceritanya bapaknya Pak Kades, Pak Haji SS, itu meninggal Senin (14/9/2020) dari RSUD Moewardi Solo dan dinyatakan positif covid-19. Setelah jenazah dimakamkan, lalu keluarga yang nunggu waktu di rumah sakit, semua diswab. Termasuk Pak Kades. Hasil swab keluar Kamis kemarin dan positif. Pak Kades dijemput ambulans Kamis malam Jumat katanya dibawa ke Technopark,” ujar RI, salah satu warga Trombol, Mondokan, Senin (21/9/2020). Wardoyo