JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Sendratari Sang Ratu Digelar di Pantai Cemoro Sewu dengan Protokol Ketat

Pementasan Sendratari Sang Ratu digelar secara virtual di Pantai Cemoro Sewu. Pementasan ini diselenggarakan Dinas Pariwisata bersama pelaku seni sebagai praktek pedoman pranatan anyar plesiran Jogja dalam pentas seni dan budaya di tengah situasi pandemi Covid-19 / tribunnews
Pementasan Sendratari Sang Ratu digelar secara virtual di Pantai Cemoro Sewu. Pementasan ini diselenggarakan Dinas Pariwisata bersama pelaku seni sebagai praktek pedoman pranatan anyar plesiran Jogja dalam pentas seni dan budaya di tengah situasi pandemi Covid-19 / tribunnews

BANTUL, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat para insan seni budaya dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul untuk tetap berkiprah.

Bersama dengan para pelaku seni dan budaya, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul melangsungkan pentas atraksi seni “Sendratari Sang Ratu” di objek wisata Pantai Cemara Sewu, kawasan Parangtritis, Senin (28/9/2020).

Berbeda dibanding atraksi pada umumnya, di tengah pandemi Covid-19, pementasan seni dilangsungkan lewat Virtual.

Sekretaris Dinas Pariwisata (Dinpar) Bantul, Annihayah mengatakan, pentas seni dan budaya sengaja dilangsungkan secara virtual, tanpa dihadiri banyak penonton, karena berpedoman pada adaptasi kebiasaan baru.

Melalui pertunjukan tersebut, kata dia, pihkanya ingin mempraktekkan, meskipun di tengah situasi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) namun tetap bisa berkarya menggelar pertunjukan.

“Ini (harapannya) nanti bisa dipedomani oleh para pelaku seni. Di masa pandemi kita tetap bisa berkegiatan. Asalkan, tetap memenuhi persyaratan dari protokol kesehatan,” kata dia.

Annihayah mengatakan, pedoman kegiatan pariwisata di masa pandemi sudah ada, dan tertuang dalam pranatan anyar plesiran Jogja.

Baca Juga :  Banjir Hanyutkan 2 Jembatan di Kulonprogo

Dalam pedoman tersebut, kata dia, telah diatur bagaimana tata cara berkegiatan secara produktif.

Baik objek wisata, pelaku wisata, pentas seni, bisnis transportasi, agen perjalanan hingga pengoperasian gedung, rumah makan dan hotel.

Semua itu menurutnya sudah diatur. Karena itu, pentas seni Sendratari Sang Ratu diselenggarakan melalui tayangan live streaming.

Tujuannya agar penonton tdak berkerumun dan tidak menjadi sumber penularan.
Selain itu, pentas seni diselenggarakan juga dalam rangka melestarikan Kebudayaan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pementasan mengambil fragmen sesuai dengan budaya lokal setempat.

Kebetulan di kawasan Parangtritis dikenal luas dengan Legenda Ratu Pantai Selatan atau Nyi Rara Kidul.

Sebab itu, pementasan yang digelar adalah Sendratari Sang Ratu.

Bercerita mengenai perjalanan Panembahan Senopati dalam usaha mendirikan Keraton Kerajaan Mataram.

Saat membabat alas mentaok, Ia mendapat banyak rintangan makhluk kasat mata.

Dalam ceritanya, Panembahan Senopati kemudian bertapa dan bertemu batin dengan Ratu Pantai Selatan.

Baca Juga :  Libur Panjang Cuti Bersama, Yogyakarta Masih Berstatus Tanggap Darurat Covid-19

“Kita melihat bagaimana suasana mistis-magis terbangun, ketika dua tokoh bertemu,” kata dia.

Dalam pementasan tersebut dihadiri oleh tamu terbatas. Protokol kesehatan dipatuhi secara ketat.

Setiap tamu undangan, wajib memakai masker dan saling menjaga jarak.

Menurut Annihayah, pentas seni Sendratari Sang Ratu merupakan pementasan kedua yang digelar dengan pranatan anyar.

Sebelumnya, kata dia, Dinas Pariwisata juga telah melangsungkan pementasan seni budaya secara virtual di Goa Selarong.

Mengangkat tema perjuangan pangeran Diponegoro. Menyesuaikan dengan eksplorasi budaya setempat.

Kedepan, kata dia, pertunjukan seni budaya secara virtual akan ditampilkan juga di Pantai Goa Cemara.

Pihaknya mengaku tetap waspada dalam menggelar pertunjukan.

Sebab, Kabupaten Bantul masuk zona orange dalam penularan virus SARS-CoV-2 penyebab covid.

“Sehingga harus sangat hati-hati dalam melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang. Salah satu solusinya dengan live streaming. Masyarakat bisa melihat pementasan tetapi tidak berkerumun,” ucap dia. 

www.tribunnews.com