JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Doni Monardo: Tes Usap Hanya Diprioritaskan di Tempat Berisiko Tinggi

Doni Monardo / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tes usap massal diprioritaskan untuk daerah-daerah dengan risiko penularan yang tinggi.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Hal itu dikatakan saat menjawab desakan agar pemerintah melakukan 3T, yakni testing, tracing, dan treatment kepada masyarakat guna menekan kasus Covid-19.

“Kalau untuk tes massal itu harus kita perhitungkan di tempat yang risiko tinggi supaya reagen tidak mubazir,” kata Doni dalam konferensi pers virtual, Senin (28/9/2020).

Doni mengatakan setiap satu kali tes swab memerlukan biaya besar. Meski begitu, ia berujar pemerintah tetap berupaya memperbanyak kapasitas tes di seluruh provinsi di Tanah Air.

Baca Juga :  UMP 2021 Dipastikan Tak Ada Kenaikan, Menaker: Sama dengan Upah Minimum Tahun 2020

“Kami berusaha sebisa mungkin untuk memperbanyak tes dan merata di seluruh provinsi,” ujar Doni.

Doni mengatakan, kemampuan tes Indonesia oleh pemerintah dan dukungan swasta saat ini sudah mencapai lebih dari 30 ribu spesimen per hari.

Dia menyebut kemajuan angka ini sudah cukup bagus, kendati belum memenuhi standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) agar Indonesia menguji 38 ribu orang per hari.

Baca Juga :  Sebelum Lakukan Penangkapan, KPK Intai Kamar Hiendra Soenjoto Semalaman

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 sebelumnya menyatakan ada delapan provinsi yang menjadi perhatian utama pemerintah lantaran memiliki laju kasus Covid-19 tinggi.

Yakni Provinsi Jawa Timur, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Sumatera Utara, dan Papua.

Seusai rapat di Istana Presiden hari ini, Doni mengaku mengusulkan agar Bali dan Aceh juga masuk dalam provinsi prioritas.

“Karena mengalami peningkatan yang cukup tinggi,” kata Doni dalam jumpa pers virtual di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (28/9/2020).

www.tempo.co