JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Seragam Batik Josss yang Dipakai Paslon Joko Sutopo-Setyo Sukarno Ternyata Memiliki Filosofi Seperti Ini

Joko Sutopo (kiri) dan Setyo Sukarno mengenakan seragam batik Josss. JSNews. Aris Arianto
Joko Sutopo (kiri) dan Setyo Sukarno mengenakan seragam batik Josss. JSNews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pasangan Joko Sutopo-Setyo Sukarno alias Josss diusung Koalisi Wonogiri Sukses (KWB) untuk maju sebagai cabup cawabup dalam Pilkada atau Pilbup Wonogiri 2020.

Pasangan ini dideklarasikan bersamaan dengan launching KWB di pendopo Rumah Makan Masakan Jawa Saraswati Wonogiri, Kamis (3/9/2020). Saat itu baik Joko Sutopo maupun Setyo Sukarno sama-sama mengenakan seragam batik corak Wonogiren.

Seragam batik Josss ini ternyata bukan sembarang batik. Pasalnya memiliki nilai filosofi dan sarat makna. Secara kasat mata, batik bledak dari Tirtomoyo Wonogiri itu bercorak gabungan. Ada motif burung, tanah atau bumi dan daun.

Baca Juga :  Sebenarnya Kapan to Wonogiri Mau Melaksanakan Sekolah Offline Alias Tatap Muka? Kalau Jawaban Bupati Jekek sih Seperti ini

Warnanya beragam, ada merah hati, kuning, hijau, biru, coklat. Namun warna dominannya merah hati.

Soal batik ini, Joko Sutopo mengatakan ada harapan yang terkandung di dalamnya. Warna merah hati menandakan hati.

“Artinya kita sudah sehati, dan berangkat dari hati,” jelas Joko.

Sementara warna warni yang ada di dalam batik seragam itu menggambarkan dinamika politik di Wonogiri. Dia mengisyaratkan filosofi kehadiran dari partai yang ada.

Baca Juga :  Woro-woro Sedulur Wonogiri, Kini Ada Pelayanan Cepat Terpadu Alias Yanpatdu di Polres Wonogiri, Ngurus SKCK Hingga Kehilangan Bisa Lebih Cepat dan Mudah

“Ada warna coklat melambangkan tanah atau bumi. Artinya kita hidup di bumi pertiwi Wonogiri, sehingga harus pula memajukan Wonogiri tercinta,” beber dia.

Menurut dia, batik ada beragam corak. Setiap daerah memiliki kekhasannya sendiri-sendiri. Untuk seragam paslon Josss dia memilih batik Wonogiren sebagai identitas yang dikerjakan para perajin di Tirtomoyo.

“Ada harapan membangun Wonogiri mandiri, salah satunya dengan menggiatkan perekonomian melalui batik,” sebut pria yang akrab disapa Jekek ini. Aria