JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Terima Kunjungan Pejabat Bank Indonesia, Bupati Koko Tegaskan Dukung Penggunaan Uang Digital

Bupati Blora Djoko Nugroho di sela menerima kunjungan Bank Indonesia (BI) yang dipimpin oleh Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi Daerah, Roni Hartawan dan jajaran lainnya di Ruang Rapat Bupati, pada Jumat (11/9/2020) lalu. Istimewa

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Bank Indonesia (BI) terus menggelorakan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di seluruh penjuru wilayah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Blora.

Bupati Blora, Djoko Nugroho yang akrab disapa Bupati Koko secara tegas mendukung penggunaan uang digital sesuai dengan program prioritas dari Bank Indonesia.

“Saya mendorong untuk penggunaan uang digital ini oleh masyarakat, diawali dengan para PNS eselon 3 keatas,” ucap Bupati Koko di sela menerima kunjungan Bank Indonesia (BI) yang dipimpin oleh Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi Daerah, Roni Hartawan dan jajaran lainnya di Ruang Rapat Bupati, pada Jumat (11/9/2020) lalu.

Dalam sambutannya, lebih detail, Bupati Koko menyampaikan, pihaknya berharap kehadiran BI ini bisa membuka peluang kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Blora di bidang ekonomi.

Baca Juga :  Prasasti Ngrawan, Bukti Kebudayaan Hindu-Budha Berkembang di Semarang

“Kami berharap dengan kehadiran perwakilan dari Bank Indonesia dapat membuka peluang kerjasama di bidang ekonomi,” terang dia.

“Di Blora belanja online sudah diawali oleh BRI yang programnya telah dilaunching di Cepu dengan tujuan utama mengurangi penyebaran dampak Covid-19. Itu menjadi bukti bahwa kami sangat mendukung gerakan penggunaan uang digital di lingkungan masyarakat Kabupaten Blora,” imbuh Bupati Koko.

Sementara itu, Kepala Divisi Implementasi Kebijakan Ekonomi Daerah, Roni Hartawan, menyampaikan bahwa kedatangan Bank Indonesia ke Blora guna menindak lanjuti kerjasama pertanian dan peternakan secara terintegrasi yang sudah berjalan di beberapa desa di Kabupaten Blora. “Selain itu, kami juga menyerahkan 25 sumur bor untuk membantu menangani masalah kekeringan di Blora,” terang dia.

Baca Juga :  Kebijakan Sanksi Denda untuk Pelanggar Protokol Kesehatan Berhasil Ubah Status Zona di Kudus

“Selanjutnya kami akan berupaya untuk meningkatkan penggunaan uang digital (ovo, gopay, link, dsb) di lingkungan Pemkab Blora,” sambung dia.

“Kami juga mengenalkan mata uang rupiah pecahan Rp 75 ribu edisi khusus HUT ke 75 Kemerdekaan Republik Indonesia,” imbuh dia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, SE, M.Si menambahkan bahwa uang digital untuk pemerintah Kabupaten Blora bukan hal baru lagi, karena sudah diawali dengan pembayaran non tunai, e-SPBU, dan yang terbaru menggunakan e-Retribusi bagi para pedagang.

“Penjajakan selanjutnya adalah usaha untuk meningkatkan pendapatan daerah dengan cara pembayaran pajak daerah secara online, yang saat ini masih digodog antara Pemkab Blora dengan Bank Jateng,” tambahnya. Satria Utama