JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Viral Acara Pengajian Undang Habib Syech di Sragen Besok Malam Ramai Jadi Perbincangan. Pemkab Tegaskan Masyarakat Bisa Saksikan Via Live Streaming, Bupati Siap Membubarkan Jika Langgar Prokes!

Acara pengajian Akbar Habib Syech Jumat (11/9/2020) malam. Foto/Istimewa
Acara pengajian Akbar Habib Syech Jumat (11/9/2020) malam. Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rencana Pemkab Sragen menggelar pengajian bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dalam rangka doa bersama untuk kondusivitas gelaran Pilkada 2020, menuai pro kontra.

Warga berpendapat acara tersebut berpotensi mengundang kerumunan. Sementara pihak pemkab menegaskan kegiatan yang akan digelar Jumat (11/9/2020) malam tersebut menggunakan penerapan protokol kesehatan ketat.

Kemudian dijamin tanpa kerumunan dan warga diminta tak hadir berbondong-bondong karena disiarkan live streaming.

Penegasan itu disampaikan menyusul beberapa postingan di medsos yang ramai memperbincangkan acara itu. Hal itu bermula dari postingan akun Facebook Dodok Sartono, tokoh masyarakat yang juga mantan Komisioner KPU Sragen.

Dodok mengunggah foto undangan acara doa bersama tersebut di akunnya. Hingga pukul 14.47 WIB, unggahan ini mendapat 107 like dan 107 komentar.

Katanya corona meledak di Sragen, kok malah ngumpulke massa gini pripun lurr menurut sampean???,” ujar akun Dodok Sartono.

Unggahan ini memantik reaksi berbeda dari warganet. Ada yang setuju, ada pula yang tidak disertai dengan argumen masing-masing. Dalam sekejap unggahan itu langsung trending.

Yang terpenting selalu menerapkan protokol kesehatan tadz,,,
Kalih mau tanya tadz, itu undangan e buat berapa orang njih,???, Asli tanya ini.,” kata akun Mas Al Kloter II.

“Jangan sembrono lah. Sragen dan Boyolali lebih rawan dari di tempat kami. Karanganyar yg katanya lebih aman pun toh endingnya salah satu dari saudara kami ikut menjadi korban juga. Puluhan dari saudara2 kami harus karantina mandiri sampai hari ini.,” balas akun Ridho Nur Arifin.

Baca Juga :  Bupati Umumkan Sragen Masih Zona Merah Covid-19. Gubernur Minta Injak Rem, Mohon Maaf Nekat Gelar Hajatan Tak Sesuai Prokes Denda Rp 1 Juta dan Bisa Dibubarkan!

Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sragen Yuniarti membenarkan acara tersebut akan digelar di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) pada Jumat malam.

Namun pihaknya memastikan pelaksanaan acara tersebut menerapkan protokol kesehatan yang ketat serta menghindari timbulnya kerumunan massa.

“Hanya undangan yang diperbolehkan hadir. Jaga jarak juga diterapkan, dari kapasitas gedung SMS 3000 orang, undangan yang disebar hanya 500,” ujar Yuniarti.

Tangkapan layar postingan yang ramai jadi perbincangan di medsos. Foto/Wardoyo

Selain itu, lanjutnya, pelaksanaan acara juga disiapkan pengamanan dan protokol kesehatan Covid-19. Seperti pengecekan suhu tubuh dan setiap tamu yang hadir wajib bermasker serta membawa hand sanitizer.

“Sudah disosialisasikan pada warga bahwa mereka tidak perlu berbondong-bondong hadir. Karena pengajian digelar secara live streaming melalui saluran Youtube, Instagram, Facebook dan Radio. Sehingga masyarakat bisa mengikuti dari rumah masing-masing,” terangnya.

Yuniarti melanjutkan, penjagaan juga dilakukan pihak kepolisian untuk menghindari masyarakat yang memaksa hadir dan membuat kerumunan di sekitar gedung SMS.

Baca Juga :  Hadirkan Paslon Gibran-Teguh dan Bagyo- Suparjo, Tokoh Lintas Agama di Solo Deklarasikan Pilkada Damai dan Sehat. Bawaslu Ingatkan Paslon dan Tim Sukses Kedepankan Protokol Kesehatan!

Bahkan ia memastikan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati siap membubarkan acara jika terjadi pelanggaran protokol kesehatan.

“Jika dalam prakteknya ternyata terjadi pelanggaran protokol kesehatan, Ibu bupati sendiri yang meminta acara tersebut untuk dibubarkan,” tegas Yuniarti.

Senada, Sekda Sragen, Tatag Prabawanto menegaskan bahwa agenda pengajian itu dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat dan undangan hanya 500 orang, jauh dari kapasitas gedung SMS yang mencapai 3.000 orang.

“Apa ada yang salah dengan kegiatan tersebut. Agenda pengajian tersebut kami laksanakan dengab mengundang stake holder di sragen, baik parpol, tokoh agama, tokoh masyarakat, penyelenggara pemilu dan lain-lain. Dengan protokol kesehatan ketat, kapasitas gedung 3.000 orang, hanya kami isi 500 undangan. Dengan ketentuan yang bisa masuk hanya yang membawa undangan. Meski VIP jika tidak membawa undangan dengan segala hormat terpaksa tidak dapat masuk,” paparnya.

Menurutnya, acara itu disamping untuk sosialisasi protokol kesehatan, juga dalam rangka menjaga kondusivitas wilayah Sragen menjelang dilaksanakannya Pilkada serentak 2020 yang juga harus mematuhi protokol kesehatan.

“Mari kita jaga kebersamaan dan ukhuwah di semua lini. SOPsudah kami pedomani,” tandasnya. Wardoyo