JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Viral Video Harimau Kurus Seolah Tak Terurus di Lamongan, Ini Klarifikasinya: Sudah Tua dan Saat Direkam Belum Makan

Tangkapan layar video harimau Sumatera kurus yang viral di media sosial. Foto: Instagram

LAMONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM Sebuah video yang memperlihatkan seekor harimau bertubuh kurus di kebun binatang menjadi viral di media sosial. Banyak netizen yang menyangka hewan pemangsa itu tidak dirawat dengan baik oleh pihak pengelola kebun binatang.

Video berdurasi 13 detik itu memperlihatkan seekor harimau Sumatera bernama Baksi yang diketahui berada di Maharani Zoo dan Goa Lamongan. Pada tampilan video perekam mengaku tidak tega melihat bentuk tubuh harimau yang terlihat kurus. “Ya Allah gak tega lihat perutnya,” demikian tulis perekam video.

Video itu menjadi viral dan banyak dibagikan ulang di media sosial Instagram. Banyak netizen yang berkomentar menyebut pihak kebun binatang telah lalai merawat hewan koleksinya.

“Please kalau gak bisa kasih makan dilepaskan saja, pagi-pagi udah dibuat nangis liat harimau kayak ini,” tulis salah seorang netizen.

“Kalau ga sanggup kalian pelihara kasi makan untuk apa dipertahankan. Kembalikan ke alam liarnya. Jangan buat dosa.. Bukan malah dikonservasi tapi malah disiksa,” komentar netizen lainnya.

Klarifikasi Pengelola Kebun Binatang

Menanggapi video salah satu hewannya yang viral, pihak manajemen Maharani Zoo dan Goa Lamongan pun memberikan klarifikasinya. Melalui akun Instagram resmi, @maharanizoo, pihak manajemen menyampaikan sejumlah poin.

Manajemen Maharani Zoo dan Goa membantah jika hewan-hewan di kebun binatang tersebut, termasuk harimau Sumatera bernama Baksi, tidak dirawat dengan baik.

Pihak manajemen menyampaikan, pertama, video tersebut diambil dari jarak yang cukup jauh yakni pada ketinggian sekitar 6 meter dari hewan. Hal itu diyakini membuat tampilan tubuh hewan lebih kecil.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Ada Dugaan Tindak Pidana dalam Insiden Kebakaran di Kejakgung, Sebut Asal Api Bukan Akibat Korsleting

“Pertama, video itu diambil dari ketinggian 6-8 meter setelah kita cek di lapangan. Kalau diambil dari ketinggian lumayan tinggi maka obyek akan terlihat lebih kecil.

“Selain itu, harimau Sumatera merupakan salah satu jenis harimau terkecil di dunia. Beratnya berkisar antara 100-140 kg. Kalau betina itu mentok di berat 100 kilogram, kalau jantan bisa sampai 140 kilogram,” ujar pihak manajemen.

Kedua, pihak manajemen berdalih jika video tersebut diambil pada saat harimau Baksi belum diberi makan. Mereka mengatakan, harimau di Maharani Zoo diberi makan sekitar pukul 15.30 berupa daging seberat 6-8 kilogram.

“Pada saat itu harimau belum kami beri makan. Harimau baru kami beri makan sekitar pukul 15.30 dengan kisaran berat 6-8 kilogram tergantung berat badan. Kalau harimau Sumatera sekitar 5-6 kilo, kalau Benggala bisa sampai 8 kilo. Pada saat itu si Baksi belum makan,” ujarnya.

Harimau Sudah Tua

Poin ketiga, pihak manajemen menyebut Baksi sudah termasuk tua, yang berumur 14 tahun 30 hari. Baksi lahir di Ragunan pada 9 Agustus 2006 dan masa hidup harimau Sumatera di alam liar sekitar 10-15 tahun.

“Ketiga, kembali lagi ke usia Baksi sudah tua. Jadi metabolisme tubuhnya sudah menurun. Kalau kita bandingkan dengan anaknya maka akan terlihat bedanya.”

“Si Baksi ini selama di Maharani Zoo dan Goa sudah beberapa kali menghasilkan keturunan. Kalau dihitung sudah ada tiga betina yang kawin dengan Baksi. Terakhir dengan betina bernama Gendis dan menghasilkan tiga ekor anak yang saat ini alhamdulillah sehat semua. Meski sudah tua kami tetap mengupayakan kesehatan yang terbaik untuk satwa kami,” jelasnya lagi.

Baca Juga :  Korban Mutilasi dalam Kantong Kresek Bikin Geger Warga Kalibata City

Poin terakhir yakni perihal pemberian makanan. Pihak manajemen Maharani Zoo dan Goa membantah jika mereka mengurangi jatah makanan hewan selama masa pandemi.

“Keempat, tidak ada pengurangan makanan vitamin maupun obat-obatan yang kami berikan kepada satwa-satwa kami meski saat ini sedang masa pandemi. Tidak ada pengurangan. Satu hewan kami ini kami beri makan daging dengan tiga macam campuran, ada daging kanguru, sapi, ayam kami campur. Seminggu sekali kami beri makan satu ekor ayam hidup untuk melatih instingnya,” paparnya.

Sementara menanggapi kondisi harimau Sumatera bernama Baksi yang viral, pihak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur telah melakukan peninjauan langsung ke Maharani Zoo dan Goa Lamongan.

“Harimau yang viral itu, pertama cukup sehat, cukup normal dan produktif memberikan keturunan. Kedua kita sudah cek nutrisi dan rekam medis kesehatan. Kalau untuk kurus kering, manusia pun pasti malas berteriak-teriak.”

“Rekam medis cukup sehat, pakannya juga diberikan normal. Tapi dugaannya bobotnya tidak sesuai dengan standar karena usianya sudah tua. Nanti akan kita cek,” ujar Kepala Bidang BBKSDA Wilayah II Gresik,
Wiwied Widodo.