JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Awas, Sudah 128 Warga Karanganyar Meninggal Dunia, Jumlah Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah Tembus 684. Suspek Capai 2.199 Orang, Pasien Sembuh 520 Orang

Prosesi pemakaman warga Karangpandan positif covid-19. Foto/Beni
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Karanganyar terus menunjukkan tren peningkatan.

Hingga Rabu (21/10/2020) pagi ini, jumlah kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari sudah meroket mencapai 684 kasus.

Tidak hanya itu, jumlah pasien suspek juga terus menanjak mencapai 2.199 dengan tren warga meninggal juga makin bertambah.

Fakta itu terungkap dari data update covid-19 yang dirilis oleh website resmi Pemkab Karanganyar di laman covid19.karanganyarkab.go.id.

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Rabu (21/10/2020), jumlah kasus positif covid-19 sudah mencapai angka 684.

Baca Juga :  Kisah Pilu Dwi Rahayu, Wanita Asal Jumantono Karanganyar Tinggal Tulang Terbungkus Kulit Digerogoti Penyakit Misterius. Sudah 3 Tahun Terbaring Tak Berdaya, Tak Punya BPJS, Suami Malah Tega Kawin Lagi

Dari jumlah kasus itu, 124 orang masih dirawat, 520 sembuh dan 40 meninggal dunia. Kemudian untuk kategori suspek covid-19 mencapai angka 2.199 pasien.

Dari jumlah itu, 2.065 orang dinyatakan selesai pantauan, 66 orang masih dirawat dan 58 orang meninggal dunia.

Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total terkait covid-19 hingga hari ini tercatat tambah lagi  mencapai 128 orang.

Rinciannya 40 warga meninggal dengan status positif covid-19, 58 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan 30 warga meninggal dalam status probabel. Hari ini, satu warga dengan status probabel kembali dilaporkan meninggal dunia.

Baca Juga :  Meroket, Pasien Meninggal Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Tambah 3 Orang, Total Kasus Naik 65 Hingga Tembus 1.489

Atas fakta itu, Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Karanganyar, Juliyatmono dalam beberapa kesempatan selalu mengingatkan agar masyarakat menaati aturan dan menerapkan protokol kesehatan.

Menurut Juliyatmono, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini.

“Kita ingin lebih masif lagi melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Masyarakat jangan terlena seoalah tidak terjadi apa-apa, kembali seperti tidak ada corona,” katanya. Wardoyo